Polres Paser Kejar Orang Tua Pembuang Bayi

Ajang Araya

PENYELIDIKAN. Jasad bayi perempuan yang ditemukan dalam TPS, saat dimandikan di RSUD Panglima Sebaya, sebelum dimakamkan di TPU Semumun kilometr 1 lalu.(Ajang Araya - Hello Borneo)

PENYELIDIKAN. Jasad bayi perempuan yang ditemukan dalam TPS, saat dimandikan di RSUD Panglima Sebaya, sebelum dimakamkan di TPU Semumun kilometr 1 lalu.(Ajang Araya – Hello Borneo)

Tana Paser, helloborneo.com – Masyarakat Kabupaten Paser, Kalimantan Timur (Kaltim) sempat digemparkan dengan penemuan jasad bayi perempuan lengkap dengan plasentanya di dalam Tempat Pembuangan Sampah (TPS) samping mesjid Agung, Tana Paser. Kini orang tua pembuang bayi masih dalam proses dalam pencarian.

Kapolres Paser, AKBP Anggie Yuliato Putro mengatakan, pihaknya saat ini masih terus berupaya melakukan pencarian orang tua bayi. Dengan mengumpulkan sejumlah kesaksian dari beberapa warga yang ada di sekitar TKP penemuan jasad bayi perempuan yang terbungkus plastik merah dalam kardus mie instan.

Anggie mengatakan pihaknya, cukup kesulitan untuk menemukan pelaku yang diduga orang tua kandung bayi tersebut. Pasalnya di kawasan TPS tersebut tidak ada saksi mata yang melihat orang terakhir yang membuang sampah di TPS itu.

Namun pihaknya masih melakukan upaya pencarian, dengan melakukan pendataan di sejumlah tempat praktek melahirkan. Untuk menemukan orang tua kandung dari bayi wanita tersebut.

“Memang sedikit kesulitan, karena tidak ada saksi mata yang melihat. Tetapi pencarian kami belum berhenti. Kami masih melakukan berbagai upaya,” tuturnya.

Dan terkait isu yang ada di media sosial yang menjadi polemik, yang menyatakan kalau orang tua bayi tersebut telah ditemukan. Anggie menegaskan kalau belum ada. Bahkan pihaknya belum menetukan orang yang curigai sebagai pelaku pembuangan bayi tersebut.

Heboh dengan ditemukannya sesosok jasad bayi perempuan yang terbungkus pelastik di dalam kardus mie istan di Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Jalan Ahmad Dahlan, tepat di samping mesjid Agung Tana Paser.

Sekitar pukul 07.30 Wita, Selasa kemarin bayi tersebut ditemukan oleh petugas dari DKP dan bayi tersebut diduga dibuang oleh kedua orang tuannya usai di lahirkan. Pasalnya ari-ari bayi tersebut masih melengket di badan bayi perempuan itu.
Kepala bagian Kebersihan, Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Paser yang menemukan jasad bayi tersebut menceritakan awal mula ditemukannya. Dimana waktu pihaknya yang berencana mengakut sampah di TPS, merasa sangat penasaran dengan kardus mie istan yang berisi plastik merah tersebut.

“Awalnya kami ragu untuk membuka pelastik tersebut, karena kami pikir itu hanya semacam boneka,” ujarnya.

“Namun karena semakin penasaran, kemudian kami buka ternyata isinya seorang bayi perempuan dan masih ada ari-arinya,” tutupnya. (log)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.