3.705 Warga Penajam Menderita ISPA

Dika

 

Kepala Seksi Penaggulangan Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Penajam Paser Utara, Eka Wardhana (Dika - Hello Borneo)

Kepala Seksi Penaggulangan Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Penajam Paser Utara, Eka Wardhana (Dika – Hello Borneo)

Penajam, helloborneo.com – Sepanjang Juni hingga Agustus 2015, kata Kepala Seksi Penaggulangan Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Eka Wardhana sebanyak 3.705 warga menderita ISPA (infeksi saluran pernafasan akut) akbiat peristiwa kebakaran hutan dan lahan.

“Kabut asap mulai menyelimuti wilayah Penajam Paser Utara, pada pagi hari. Memang kabut asap belum terlalu tebal dan kadarnya belum membahayakan, tapi kami terus pantau perkembangan kabut asap itu,” jelas Eka Wardhana di Penajam, Senin.

Namun Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Penajam Paser Utara, kata dia, sudah mencatat Juni-Agiustus 2015 3.705 kasus ISPA yang didominasi anak-anak, yakni anak-anak usia 1 tahun yang terserang ISPA sebanyak 392 orang dan sebanyak 1.038 anak-anak usia 1 sampai 4 tahun, serta anak-anak usia lima tahun yang terserang ISPA sebanyak 2.275 orang.

“Penderita ISPA di wilkayah Penajam Paser Utara mengalami peningkatan sejak peristiwa kebakaran hutan dan lahan,” ujar Eka Wardhana.

Dinkes Penajam Paser Utara, lanjut dia, meminta masyarakat untuk membatasi aktivitas di luar rumah sehingga tidak terkena dampak kabut asap, kabut asap bisa mengakibatkan terserang penyakit kulit dan penyakit mata selain terkena ISPA .

“Masyarakat kalau bis batasi kegiatan di luar rumah, jika bepergian dengan menggendarai motor harus memakai pelindung, seperti kaca mata dan masker untuk meminimalisir dampak yang ditimbulkan kabut asap itu,” kata Eka Wardhana.

“Akibat perubahan cuaca panas dan kabut asap ISPA paling rawan menyerang warga selain penyakit kulit dan mata,” ucapnya.

Selain itu Dinkes Kabupaten Penajam Paser Utara, menurut Eka Wardhana, juga sudah mengeluarkan surat edaran untuk seluruh puskesmas agar mewaspadai serta menanggulangi dampak kabut asap akibat bencana kebakaran lahan dan hutan tersebut.

Seluruh puskesmas yang tersebar di empat kecamatan, tambah dia, sudah diinstruksikan untuk mewaspadai kabut asap dan melakukan penanganan penyakit yang ditimbulkan, puskesmas dianjurkan memberi masker kepada pasien ISPA yang berobat dan juga kepada masyarakat lainnya.

“11 puskesmas telah kami disurati untuk melakukan upaya penanggulangan terhadap penyakit yang ditimbulkan kabut asap,” kata Eka Wardhana. (bp/*esa)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.