Kemarau Masih Hantui Paser, Hujan Lewat Harus Disyukuri

Rapal JKN

 

Seminggu Ada 100 Titik Api

Kebakaran LahanTana Paser, helloborneo.com –  Kemarau panjang yang melanda di Kabupaten Paser, membuat kekeringan terjadi. Namun beberapa hari terakhir, hujan dengan intensitas kecil atau yang sering disebut hujan lewat mulai terjadi di beberapa lokasi seperti di Batu Kajang, Paser Balengkong dan Tana Grogot. Walaupun berdasarkan prediksi, musim kemarau berakhir pada November mendatang.

Kepala BPBD Kabupaten Paser Chandra Iwanadi yang dijumpai mengatakan, meski prediksi November musim kemarau berakhir. Namun dengan adanya hujan lewat akhir-akhir ini harus disyukuri, karena sangat membantu masyarakat. Khususnya di lokasi yang rentan titik api dan kekeringan.

“Alhamdulillah, ini harus di syukuri. Namun memang belum bisa dipastikan kapan musim kemarau akan usai,” ujarnya.

Namun meski demikian, hujan lewat yang kerap terjadi tidak terlalu mengurangi titik api secara signifikan di Kabupaten Paser, bahkan dalam seminggu di Oktober ini sudah hampir lebih dari 100 titik api yang ada.

Dengan puncak hari minggu kemarin sebanyak 62 titik api dari pantauan satelit Nassa. Dimana kawasan Batu Engau, Long Kali, Long Ikis, Balengkong dan Tana Grogot menjadi lokasi 5 terbesar dengan titik api terbanyak. Bahkan seperti lokasi Kuaro dan Petangis mulai menunjukan peningkatan titik api yang signifikan.

“Kami masih terus berjaga. Pasalnya di Oktober ini titik api terlihat meningkat secara drastis,” ucapnya.

“Apalagi melihat data bulan lalu, September hanya 448 titik api, sedangkan Oktober ini baru seminggu sudah lebih dari 100 titik api,” terang Chandra.

Dan sebelum mengakhiri pembicaraan Chandra tetap mengimbau kepada warga, agar tidak sengaja membakar lahan. (rol)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.