Disdikpora Penajam Belum Liburkan Sekolah Karena Kabut Asap

AH Ari B

 

Plh Kepala Disdikpora Kabupaten Penajam Paser Utara, Marjani (Dika - Hello Borneo)

Plh Kepala Disdikpora Kabupaten Penajam Paser Utara, Marjani (Dika – Hello Borneo)

Penajam, helloborneo.com – Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, belum mengambil keputusan untuk meliburkan sekolah untuk menghindari udara yang tidak menyehatkan dan membahayakan akibat kabut asap yang menyelimuti daerah itu.

Pelaksana Tugas Kepala Disdikpora Kabupaten Penajam Paser Utara, Marjani, di Penajam, Senin, mengatakan, Disdikpora belum mengambil sikap untuk meliburkan sekolah sekolah terkait serangan kabut asap yang terjadi di wilayah Penajam Paser Utara.

“Serangan kabut asap sejauh ini belum masuk kategori berbahaya sehingga belum perlu untuk meliburkan aktivitas belajar mengajar di sekolah,” jelasnya.

Kabut asap di Kabupaten Penajam Paser Utara, lanjut Marjani, belum masuk kategori luar biasa. Berbeda dengan yang terjadi di Palangkaraya, Pontianak serta Jambi, bahkan Riau yang sudah masuk level berbahaya.

Menurutnya, berdasarkan pantauan di lapangan, kabut asap di wilayah Penajam Paser Utara mulai berkurang dari sebelumnya, dikarenakan di beberapa wilayah sudah mulai turun hujan walaupun dengan intensitas yang masih rendah.

“Kami pantau Senin (26/10) kabut asap mulai berkurang karena di Kecamatan Sepaku mulai turun hujan meski intensitasnya masih rendah,” ungkap Marjani.

Ia berharap serangan kabut asap tersebut dapat teratasi segera seiring dengan perubahan cuaca. Dan jika kabut asap tebal kembali menyelimuti wilayah Penajam Paser Utara, Disdikpora akan mengurangi jam pelajaran di sekolah.

“Jika kabut asap kembali menebal, kami akan kurangi jam pelajaran di seluruh sekolah untuk menyelematakan siswa dari udara yang tidak menyehatkan dan membahayakan,” kata Marjani.

Marjani mengimbau, masing-masing sekolah harus waspada terhadap kondisi kabut asap yang sewaktu-waktu kembali melanda wilayah Penajam Paser Utara, karena pengaruh ciaca panas akibat kemarau yang berkepanjangan. (bp/*esa)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.