IPM Kaltim Peringkat Ketiga Nasional

Iskandar – Humas Setkab Penajam Paser Utara

 

Pelaksana tugas Sekretaris Kabupaten Penajam Paser Utara, Tohar (Suherman - Hello Borneo)

Pelaksana tugas Sekretaris Kabupaten Penajam Paser Utara, Tohar (Suherman – Hello Borneo)

Penajam, helloborneo.com – Indeks Pembangunan Manusia atau IPM Kalimantan Timur, yang mencapai 73,82 persen masuk peringkat ke-3 nasional, kata Pelaksana Tugas Sekretaris Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Tohar.

“Capaian indicator makro pembangunan tahun kedua RPJMD (rencana pembangunan jangka menengah daerah) Kaltim 2013-2018 IPM sebesar 73,82 atau merupakan peringkat tertinggi ke tiga nasional,” membacakan sambutan Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak tentang hari jadi Kaltim ke-59 saat apel pagi, Senin (11/1).

“Sedangkan tingkat kemiskinan di Kalimantan Timur mencapai sekitar 6.10 persen atau berada diperningkat terendah ke-8 nasional,” ujarnya.

“Pertumbuhan ekonomi Kalimantan Timur masih minus 2,42 persen, tingkat inflasi sebesar 4,98 persen, tingkat pengangguran 7,50 persen dan indeks kualitas lingkungan sebesar 78,29 persen,” kataTohar.

Penurunan harga migas dunia dan harga BBM (bahan bakar minyak yang belakangan ini lanjut dia, turut membuat harga kebutuhan masyarakat dipasaran meningkat dan BBM yang diperlukan masyarakat banyak yang menghilang.

Sedangkan penurunan harga batubara kata Tohar, membuat tutup sejumlah perusahaan dan terjadinya pemutusan hubungan kerja (PHK ) pada ribuan tenaga kerja, kondisi ini akan terus berlanjut jika tidak dibenahi dari sekarang.

“Selama ini struktur ekonomi Kaltim, bertumpu pada sektor pertambangan dan penggalian , ditambah sektor perdagangan, hotel, restoran, pertanian, peternakan, kehutanan dan industri pengolahan,” ujarnya.

Strategi pembangunan perdesaan, pedalaman dan daerah perbatasan tambah Tohar, akan diintegrasikan dengan strategi pembangunan kota, dengan mengembangkan keterkaitan desa, kota (rural urbanlinkage) dan jejaring antarkota (network cities).

“Pembangunan daerah tertinggal dan daerah perbatasan tidak hanya aspek ekonomi tetapi juga aspek sosial, budaya, keamanan dan lain sebagainya, kemajuan di bidang pembangunan infrastruktur dicapai dengan baik akan terus dilanjutkan dan ditingkatkan pada tahun ini (2016),” katanya. (adv/bp/*esa)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.