Kabag Humas Pimpin Apel Pagi Pemkab PPU

Subur Priono – Humas Setkab Penajam Paser Utara

 

Kabag Humas Setkab PPU, Sardi pimpin Apel Pagi. (Subur Priono - Humas Setkab PPU)

Kabag Humas Setkab PPU, Sardi pimpin Apel Pagi. (Subur Priono – Humas Setkab PPU)

Penajam, helloborneo.com – Kepala Bagian (Kabag) Humas Setkab Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, Sardi mengungkapkan tiga hal penting harus dimiliki oleh seorang pegawai. Ketiga perihal tersebut masing-masing adalah sifat jujur dari seorang pegawai, mampu menjadi panutan atau contoh bagi masyarakat dan mampu menjadi seorang pemimpin.

“Jika ini dapat dilaksanakan dengan baik, maka Insya Allah nilai-nilai positif dalam lingkungan kerja pemerintahan yang ada akan terlaksana dengan baik,“ terang Sardi disela-sela apel pagi di lingkungan Setkab PPU, Jumat, (29/12) beberapa waktu lalu.

Dijelaskan Sardi, salah satunya adalah sifat jujur. Sifat ini dapat didefinisikan dalam pengertian yang sangat luas. Tentunya segala tindakan dan perbuatan, baik di tempat bekerja maupun di lingkungan tinggal mereka dalam masyarakat harus selalu didasari kejujuran.

“Kejujuran itu dapat dimulai dengan hal-hal yang kecil. Misalkan bagi pegawai, melalui pengisian absensi kehadiran individu masing-masing setelah pelaksanaan apel baik pagi maupun sore hari.

Jika pegawai yang bersangkutan tidak masuk kerja tanpa keterangan tentu rekan mereka tidak lantas memberikan keterangan hadir dengan tandatangan palsu. Ini merupakan salah satu contoh kecil penerapan kejujuran dalam lingkungan kerja kita,” terangnya.

Namun lanjut Sardi, jika hal-hal kecil perilaku kejujuran seperti diatas tidak dapat diterapkan, maka kemungkinan besar kejujuran lainnyapun dapat diabaikan. “Mulailah kejujuran itu walau dari yang kecil,“ ungkapnya.

Hal lain yang perlu diketahui oleh seorang pegawai lanjutnya adalah, bahwa siapapun mereka yang telah menggunakan atribut pemerintah daerah, baik THL, staf ataupun pejabat hendaknya mampu menjadi panutan dan tauladan bagi masyarakat.

“Dalam artian, segala tindakan, prilaku mereka harus memberikan contoh dan tauladan yang baik kepada masyarakat, “ujarnya.

Ia juga menambahkan, semua orang adalah seorang pemimpin. Paling tidak mulai pemimpin bagi dirinya sendiri, keluarga hingga pemimpin dalam lingkungan masyarakat luas.

Untuk menjadi seorang pemimpin yang baik kata dia, ada tiga hal metode jawa yang dapat dijadikan sebagai acuan, pertama yaitu depak dujang atau mendidik dengan kekerasan tapi bukan penganiayaan, esumantri atau dengan senyuman dan semu bupati dengan contoh prilaku perbuatan. (adv/rol)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.