40 RTLH Kabupaten Paser Akan Direhab

MR Saputra

 

40 KK menerima dana rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). (MR Saputra - Hello Borneo)

40 KK menerima dana rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). (MR Saputra – Hello Borneo)

Tana Paser, helloborneo.com – Kementerian Sosial (Kemensos) melalui Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, memberikan dana Rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Awal tahun 2016, ada 40 rumah di pedesaan yang mendapatkan dana perbaikan, yaitu desa Tepian Batang dan desa Sungai Tuak. Hal tersebut di benarkan Kepala Dinas Sosial Paser, Amiruddin.

“Ini merupakan program Kementerian Sosial dalam rangka membangun desa mandiri, untuk rehab rumah di pedesaan. Kita pilih desa yang memenuhi syarat ini adalah Desa Tepian Batang 10 unit, Desa Sungai Tuak 30 unit, berarti total 40 unit,” jelas Amiruddin.

Bantuan dana rehab rumah tidak layak huni ini merupakan program lanjutan di tahun 2015 lalu. Total dana yang diberikan Kementerian Sosial untuk rehab rumah Rp1 Miliar. Tetapi ada dua program dari Kemensos yaitu bantuan untuk rehab rumah di perkotaan dan rehab rumah di pedesaan. Bantuan yang diberikan setiap rumah senilai Rp10 juta.

“Sebelumnya kami memberikan bantuan rehab 60 unit rumah di perkotaan. Perkotaan kita disini ada lima kelurahan, Longkali 29 unit, Muara Komam 8 unit, Longikis 10 unit, Tanah Grogot 13 unit,” jelas Amiruddin.

“Hari ini cair Rp10 juta tapi dalam satu kelompok 10 orang jadi Rp100 juta. Kemudian Rp10 juta itu dia harus belanjakan bahan-bahan material tidak boleh ongkos. Ongkos itu gotong royong atau mau dikerjakan sendiri juga boleh,” lanjut Amiruddin.

Idris (50) salah satu warga Tepian Batang yang menerima bantuan dana rehab rumah mengatakan sangat bersyukur dengan bantuan yang diberikan Kemensos melalui Dinsos Paser. Bantuan tersebut akan digunakannya untuk memperbaiki atap rumah, dinding dan kamar mandi rumahnya.

“Saya bersyukur, uang Rp10 juta ini akan saya gunakan memperbaiki atap, dinding dan kamar mandi. Insyaallah saya bisa menyelesaikan perbaikan selama 30 hari, karena tidak punya dana bantuan jadi perbaikan saya lakukan sendiri dibantu keluarga,” ucap Idris. (rol)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.