Balikpapan Segera Tuntaskan Pembebasan Lahan Waduk Teritip

Bagus Purwa

 

Balikpapan, helloborneo.com – Pemerintah Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, segera menuntaskan pembebasan lahan yang terkena proyek pembangunan Waduk Teritip di Kecamatan Balikpapan Timur.

Wali Kota Balikapapan Rizal Effendi saat dihubungi helloborneo.com di Balikpapan, Senin, mengatakan pembebasan lahan lokasi proyek pembangunan Waduk Teritip akan dituntaskan tahun ini, sehingga bantuan pemerintah pusat dapat dilaksanakan sesuai target.

“Tahun ini ditargetkan pembebasan lahan dapat tuntas, sehingga pembangunan waduk dan bantuan kementerian dapat dilaksanakan sesuai jadwal,” ujarnya.

Anggaran bantuan dari APBN senilai Rp82 miliar untuk pembangunan Waduk Teritip tersebut, akan dialihkan ke proyek pembangunan lainnya oleh pemerintah pusat, jika pembebasan lahan lokasi proyek pembangunan Waduk Teritip itu belum tuntas pada tahun ini.

“Kalau pembebasan lahan Waduk Teritip tidak diselesaikan, pemerintah pusat akan mencabut atau mengalihkan dana bantuan pembangunan Waduk Teritip itu,” ungkap Rizal Effendi.

Pemerintah pusat, menurutnya, juga memberikan bantuan anggaran pembangunan Embung Aji Raden di Kecamatan Balikpapan Timur, sehingga Pemerintah Kota Balikpapan juga segera menyiapkan lahan lokasi pembangunannya.

“Kami targetkan penuntasan pembabasan lahan dua lokasi pembangunan itu tuntas tahun ini, jangan sampai anggaran dialihkan ke proyek lain karena masih ada masalah,” kata Rizal Effendi.

Pemerintah Kota Balikpapan sudah berkoordinasi dengan Badan Pertanahan Nasional dan berkonsultasi dengan Pengadilan Negeri kalau ada hambatan bisa melakukan konsinyasi.

Selain itu, pemerintah pusat juga meminta Pemerintah Kota Balikpapan untuk melakukan koordinasi dengan Gubernur Kalimantan Timur Awang Faroek Ishak, serta daerah sekitar yakni, Kutai Kartanegara dan Penajam Paser Utara terkait pembangunan waduk di Samboja dan Semoi, Sepaku.

“Ketersedian air di Samboja dan Semoi, Sepaku itu, ke depan bisa jadi cadangan air baku bagi Balikpapan karena air kawasan tersebut masih melimpah,” tambah Rizal Effendi. (bp/*esa)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.