Gubernur Kaltim Dijadwalkan Buka Peda KTNA di Penajam

Subur Priono – Humas Setkab Penajam Paser Utara

 

Bupati Penajam Paser Utara, Yusran Aspar menerima langsung seluruh peserta Pekan Daerah KTNA ke-9 tingkat Provinsi Kalimantan Timur (Subur Priono - Humas Setkab Penajam Paser Utara)

Bupati Penajam Paser Utara, Yusran Aspar menerima langsung seluruh peserta Pekan Daerah KTNA ke-9 tingkat Provinsi Kalimantan Timur (Subur Priono – Humas Setkab Penajam Paser Utara)

Penajam, helloborneo.com – Gubernur Kalimantan Timur, Awang Faroek Ishak, dijadwalkan membuka Pekan Daerah Kontak Tani Nelayan Andalan ke-9 Tingkat Provinsi Kalimantan Timur yang diselanggarakan di Kabupaten Penajam Paser Utara, pada 10-15 Mei 2016.

Pembukaan Pekan Daerah KTNA akan dilaksanakan di Kecamatan Babulu, Rabu (11/5) sekitar pukul 10.00 Wita.

Kegiatan pembukaan Pekan Daerah KTNA tersebut, juga dirangkaikan dengan penyerahan lencana Adhi Bhakti Tani Nelayan, temu warga dengan Gubernur Kaltimantan Timur, panen raya padi dan peresmian Expo atau pemeran yang dilakukan oleh Bupati Penajam Paser Utara, Yusran Aspar.

Sebelumnya, Bupati Penajam Paser Utara, Yusran Aspar membuka Rembug Utama KTNA ke-9 Tingkat Provinsi Kalimantan Timur, yang dilaksanakan di aula Kantor Bupati setempat, Senin (9/5).

Kegiatan Rembug Utama KTNA Tingkat Provinsi Kalimantan Timur tersebut, diikuti seluruh ketua, sekretaris dan bendahara KTNA kabupaten/kota se-Kalimantan Timur.

“Rembug Utama KTNA yang dilaksanakan itu untuk membahas segala persoalan yang sedang dihadapi masing-masing daerah terkait pertanian, perikanan, kelautan dan persoalan kebutuhan pangan masyarakat,” jelas Yusran Aspar di Penajam, Selasa.

Salah satu persoalan mendasar di bidang pertanian menurut ia, adalah persoalan air, termasuk pertanian di Kecamatan Babulu. Akibat kesulitan pengairan hasil panen para petani tidak maksimal.

Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara, lanjut Yusran Aspar, terus memperjuangkan permasalahan pengairan tersebut, namun kerena harus melalui sodetan Sungai Talake, Kabupaten Paser, sehingga memerlukan waktu yang panjang.

“Semua bantuan pertanian yang diberikan kepada petani akan sia-sia, jika kebutuhan air untuk lahan pertanian belum tercukupi,” ujarnya.

Ketua KTNA Provinsi Kalimantan Timur, Harmanto berharap, melalui Rembug Utama KTNA tersebut, segala persoalan dan hambatan yang ada di masing-masing daerah dapat terpecahkan.

Selain itu, juga diharapkan masing-masing daerah berperan aktif memberikan informasi, masukan dan ide bagi daerah sendiri maupun daerah lainnya di Kalimantan Timur.

“Kami berharap, kegiatan itu dapat memberikan jawaban bagi persoalan-persoalan baik pertanian, perikanan, kelautan dan sebagainya yang dihadapi selama ini,” tambah Harmanto. (adv/bp/rol)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *