BKD Penajam Usulkan Bidan PTT Diangkat PNS

Bagus Purwa

 

Kepala Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Penajam Paser Utara, Surodal Santoso (Subur Priono - Humas Setkab Penajam Paser Utara)

Kepala Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Penajam Paser Utara, Surodal Santoso (Subur Priono – Humas Setkab Penajam Paser Utara)

Penajam, helloborneo.com – Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, mengusulkan kepada Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi agar bidan yang terdaftar sebagai pegawai tidak tetap diangkat menjadi pegawai negeri sipil.

“Kami telah mendata ada 24 bidan PTT di Penajam yang dibiayai APBN melalui Kementerian Kesehatan layak diangkat menjadi PNS,” kata Kepala BKD Kabupaten Penajam Paser Utara Surodal Santoso, saat ditemui helloborneo.com di Penajam, Jumat.

Kementerian PAN-RB memastikan pemerintah akan mengangkat para bidan pegawai tidak tetap menjadi pegawai negeri sipil, meskipun pengangkatannya tidak secara otomatis.

Sebelum diangkat menjadi PNS, lanjut Surodal Santoso, bidan PTT tersebut terlebih dulu masuk formasi calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2016 yang diusulkan pemerintah kabupaten/kota ke Kementerian PAN-RB melalui e-formasi.

“Bidan PTT harus mendaftar terlebih dulu sebagai CPNS melalui ‘online’, kemudian mengikuti seleksi di Provinsi Kalimantan Timur,” jelasnya.

Pengangkatan bidan PTT menjadi PNS itu tetap melalui seleksi, yakni tes CPNS sesuai Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara.

Namun, tes untuk bidan PTT tersebut bukan untuk menggugurkan kepesertaannya mengingat pengabdian dan pengorbanan mereka.

“Tes dimaksud untuk menentukan siapa yang lebih dulu diangkat menjadi pegawai negeri sipil. Yang lebih dulu mengabdi sebagai PTT atau yang sudah diperpanjang lebih dari satu atau bahkan dua kali menjadi prioritas,” ujar Surodal Santoso.

Ia menambahkan seluruh bidan yang terdaftar sabagai pegawai tidak tetap yang diusulkan itu akan menjalani tes akademik yang diadakan panitia seleksi nasional tes CPNS dengan menggunakan sistem “computer assisted test” (CAT).

Apabila pada 2016 bidan PTT belum terangkat seluruhnya, tambah Surodal Santoso, maka bidan yang lain akan diangkat pada tahun berikutnya. (bp/*rol)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.