Prihatin Minat Baca Turun, Komunitas Gembel Bentuk Perpustakaan Jalanan

MR Saputra

 

Kegiatan Literasi Jalanan Komunitas Gemar Belajar Penajam. (Gusti - Hello Borneo)

Kegiatan Literasi Jalanan Komunitas Gemar Belajar Penajam. (Gusti – Hello Borneo)

Penajam, helloborneo.com – Berangkat dari rasa prihatin minimnya minat baca muda-mudi di Kabupaten Penajam Paser Utara,Kalimantan Timur, sekelompok anak muda yang tergabung dalam Komunitas Gembar Belajar atau yang dikenal Gembel, membentuk perpustakaan jalanan.

Salah satu pengagas Perpustakaan Gembel, Gamaliel Abymanyu pada helloborneo.com mengatakan, ditengah perkembangan jaman saat ini sangat disayangkan, banyak anak muda justru enggan membaca buku, dan terlalu terpaku akan adanya gadget. Oleh sebab itu pihaknya sengaja membentuk Perpustakaan Gembel agar minat baca bisa kembali tumbuh.

“Perpustakaan Gembel ini awalnya hanya dari obrolan dan diskusi bareng teman-teman kumpulan di klub vespa. Alhasil dari situ, kami membentuk perpustakaan ini,” Ujarnya.

“Selain itu rasa prihatin akan minimnya minat baca dan tontonan yang saat ini kurang berkualitas, juga membuat lunturnya budaya membaca buku. Oleh sebab itu berangkat dari kegelisahan hati kami, berdirilah Komunitas Gembel ini dengan Literasi jalanannya,” papar Aby, panggillan akrab Gamaliel Abymanyu.

Ditempat yang sama, Acmad Fitriady, salah satu pengagas Perpustakaan Gembel lainya, menyatakan hal yang senada. Bahkan ia memaparkan, koleksi buku yang ada di Perpustakaan Gembel merupakan hasil kumpul-kumpul mereka dan sumbangan dari berbagai pihak yang peduli akan adanya literasi jalan di Benuo Taka.

“Kalau untuk buku, semua rata-rata sumbangan dan dari hasil kumpulan koleksi milik masing-masing anggota Komunitas Gembel,” Terang Ady.

Selain itu Ady juga menceritakan, pemilihan nama Gembel pihaknya ambil sengaja. Hal tersebut agar nama Gembel bisa memaknai, kalau dengan adanya perpustakaan jalan ini tidak memandang golongan, yang artinya semua bisa membaca di Perpustakaan Gembel.

“Gembel disini memiliki arti sama rata, sehingga tanpa memandang golongan semua orang bisa membaca di Perpustakaan Gembel,” tegasnya. (adv/mrs/rol)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *