Sekolah Penajam Dilarang Lakukan Perpeloncoan Siswa Baru

Mr. Saputra

 

Wakil Bupati Penajam Paser Utara, Mustaqim Mz

Penajam, helloborneo.com – Wakil Bupati Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Mustaqim MZ mengingatkan seluruh sekolah tingkat SMP dan SMA di daerah setempat tidak melakukan perpeloncoan kepada siswa baru saat kegiatan Masa Orientasi Sekolah tahun ajaran 2017/2018.

“Kami pastikan tidak ada lagi kegiatan perpeloncoan dalam pelaksanaan MOS,” tegas Mustaqim ketika dihubungi helloborneo.com di Penajam, Selasa.

Wabup mengatakan, kegiatan MOS harus membawa manfaat bersifat edukatif, kreatif, menyenangkan, dan berisi motivasi bagi siswa baru agar lebih giat mengikuti pendidikan di sekolah barunya.

Sejak 2016, kegiatan MOS ditiadakan dan diganti dengan Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS) sesuai Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 18 Tahun 2016.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy juga menegaskan bahwa kegiatan MOS harus berisi pengenalan lingkungan belajar yang baru dan membangun nasionalisme atau cinta Tanah Air.

“Siswa senior atau kakak kelas dan alumni tidak diperbolehkan terlibat dalam kegiatan PLS,” jelas Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Penajam Paser Utara, Marjani ketika dihubungi terpisah.

Perpeloncoan tidak boleh lagi diterapkan kepada siswa baru, namun lebih pada pengenalan lingkungan sekolah bagi murid, baik yang bersifat akademik maupun non-akademik dan visi misi sekolah.

“Sekarang lebih diutamakan pada pembinaan mental, sehingga pengenalan sekolah dilakukan dengan pola lebih elegan. Jika masih ada sekolah masih melakukan perpeloncoan, siswa atau wali murid segera melaporkan kepada Disdikpora agar bisa ditindaklanjuti sesuai aturan,” tambah Marjani.

Disdikpora Kabupaten Penajam Paser Utara menerjunkan tim untuk mengawasi pelaksanaan kegiatan PLS bagi siswa baru jenjang SMP dan SMA atau sederajat, untuk mengawasi kemungkinan terjadi pelanggaran.

Sejumlah kepala SMP dan SMA sederajat di Kabupaten Penajam Paser Utara juga menyatakan bahwa kegiatan MOS lebih difokuskan pengenalan lingkungan sekolah, sehingga siswa baru mengerti tentang keadaan dan budaya di sekolah barunya.

Bentuk MOS di setiap SMP dan SMA atau sederajat di Kabupaten Penajam Paser Utara lebih kepada perkenalan profil dan peraturan sekolah, serta juga melakukan pembinaan agar para siswa baru bisa lebih mandiri karena kondisinya berbeda dengan jenjang pendidikan sebelumnya. (adv-HumasPPU/bp/ds)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.