Pemkab Diminta Pasang Lampu Penerangan Jembatan Lawe-Lawe

Bagus Purwa

Kilometer 14 Kelurahan lawe-lawe Kecamatan Penajam.

Penajam, helloborneo.com – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, diminta melakukan pemasangan lampu penerangan jalan umum di area Jembatan Lawe-Lawe di ruas Jalan Provinsi Kilometer 14 Kecamatan Penajam, untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan lalu lintas pada malam hari.

Lurah Lawe-Lawe Mardhani ketika ditemui helloborneo.com di Penajam, Sabtu, mengatakan, selain area jembatan, lampu penerangan juga perlu dipasang di sejumlah titik sepanjang kawasan Kelurahan Lawe-lawe yang selama ini rawan terjadi kecelakaan lalu lintas pada malam hari.

“Kami meminta instansi terkait untuk segera memasang lampu PJU sebagai antisipasi terjadinya kecelakaan lalu lintas pada malam hari,” katanya.

Menurut ia, lampu penerangan di sepanjang jalan Gunung Hantu sampai area Chevron Indonesie Company juga sangat penting, karena ada penyempitan badan jalan.

Dinas Perhubungan Kabupaten Penajam Penajam Paser Utara berencana memasang rambu-rambu peringatan bagi pengguna jalan, sementara PLN berjanji segera memasang lampu PJU.

Sementara itu, kondisi gundukan jembatan di Jalan Lawe-Lawe Kilometer 14 yang cukup tinggi dan diduga menjadi pemicu terjadinya kecelakaan lalu lintas, saat ini sudah dibenahi.

Perbaikan itu dilakukan setelah banyak keluhan dari warga terkait gundukan jembatan Lawe-Lawe yang terlalu tinggi dan membahayakan pengguna jalan.

Selain ada pita penggaduh juga dilakukan pengaspalan di 25 meter areal kanan dan kiri jembatan untuk memberikan keamanan bagi para pengendara.

“Saat ini jembatan Lawe-Lawe yang menjadi keluhan warga, karena sering terdengar suara bising serta kecelakaan ketika kendaraan melalui jembatan itu sudah tidak ada lagi setelah dilakukan pembenahan,” jelas Mardhani.

Namun, ia tidak mengetahui pengerjaan pembenahan jembatan Lawe-Lawe itu karena pemerintah kabupaten meminta satuan kerja Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk melakukan pembenahan jembatan itu.

Sedangkan pihak kepolisian Penajam Paser Utara meminta Chevron Indonesie Company untuk melakukan pembangunan lanjutan berupa pengaspalan Jembatan Lawe-Lawe tersebut.

Pembangunan jembatan dan perbaikan saluran di Jalan Provinsi Kilometer 14 RT 02 Kelurahan Lawe-Lawe itu menggunakan dana CSR (corporate social responsibility) Chevron Indonesie Company, dan mulai dibuka secara umum pada 21 September 2017. (bp/hb)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.