Sembilan Warga Kaltim Diduga Terserang Difteri

Bagus Purwa

Ilustrasi.

Samarinda, helloborneo.comSembilan warga di Provinsi Kalimantan Timur yang umumnya anak-anak diduga terserang difteri, penyakit menular yang disebabkan kuman corynebacterium diptheriae dengan gejala mirip radang tenggorokan dan pembengkakan kelenjar getah bening leher.

“Sampai saat ini ada sembilan kasus anak yang terduga difteri, namun warga tidak perlu cemas karena kami sudah melakukan tindakan pencegahan dan berbagai langkah antisipasi,” ujar Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim Soeharsono, ketika dihubungi helloborneo.com di Samarinda.

Langkah antisipasi itu di antaranya melakukan imunisasi melalui Outbreak Response Immunization, sehingga bagi masyarakat yang memiliki anak kecil diminta segera dilakukukan imunisasi.

Menurut Soeharsono, sembilan kasus dugaan difteri di Kaltim itu adalah tujuh kasus ada di Kota Balikpapan, satu kasus di Kabupaten Penajam Paser Utara, dan satu kasus terjadi di Kota Bontang.

“Saya juga baru saja menerima laporan dari Rumah Sakit Dirgahayu Samarinda, bahwa ada satu anak yang kemungkinan tersuspek difteri, maka saya anjurkan dilakukan penanganan sesuai prosedur, yakni melakukan isolasi dan prosedur lain yang sesuai standar,” ujarnya.

Soeharsono mengaku telah menyebarkan informasi kepada berbagai fasilitas layanan kesehatan seperti Puskesmas, dokter praktik, maupun bidan, yakni jika ada pasien yang dicurigai terserang difteri, segera dirujuk ke rumah sakit, termasuk instruksi kepada rumah sakit memberikan penanganan lebih cepat.

Ia bersyukur karena dari sembilan kasus yang ada itu tidak ditemukan kasus kematian, sehingga penanangan yang baik dari berbagai fasilitas kesehatan yang telah berjalan selama ini, dimintanya terus dilakukan peningkatan dalam pelayanannya.

Kepada masyarakat luas, Soeharsono meminta orang tua melindungi anak-anaknya untuk tetap menjaga kesehatan. Selain itu, orang tua juga diminta membawa anaknya ke fasilitas kesehatan terdekat untuk dilakukan imunisasi agar tidak terjangkit difteri.

Biaya imunisasi difteri lanjut Soeharsono, gratis jika dilakukan di Puskesmas atau Posyandu, namun jika dilakukan di tempat praktik swasta, tentu tarifnya tergantung pada fasilitas layanan yang tersedia.

“Kalau untuk di bidan praktik biayanya pada kisaran Rp35 ribu-Rp50 ribu, kalau ke dokter umum mungkin sekitar Rp100 ribu, tapi kalau ke dokter spesialis anak, mungkin biayanya bisa berkisar Rp200 ribu per anak,” jelasnya. (bp/hb)

 

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.