Penanganan Jalan dan Kelistrikan “PR” Pemkab Penajam

Ari. B

Bupati Yusran Aspar dan Rombongan Tinjau Pembangunan Jalan Akses Pelabuhan.

Penajam, helloborneo.com – Bupati Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Yusran Aspar mengatakan masih ada beberapa “PR” atau pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, terutama berhubungan dengan kebutuhan utama masyarakat terhadap infrastruktur jalan dan pemerataan jaringan listrik.

“Masalah jalan dan listrik di Penajam Paser Utara harus mendapat perhatian serius pemerintah kabupaten karena menyangkut masalah dasar dan peningkatan perekonomian masyarakat,” kata Yusran Aspar ketika dihubungi helloborneo.com di Penajam.

Menginjak usia ke-16 tahun Kabupaten Penajam Paser Utara yang akan dirayakan pada 11 Maret 2018, Bupati Yusran Aspar menekankan pembangunan infrastruktur jalan kabupaten dan pemerataan jaringan listrik.

Yusran Aspar yang akan mengakhiri masa jabatan sebagai Bupati Penajam Paser Utara pada Juli 2018, berharap program dan kegiatan yang telah berjalan selama 5 tahun terakhir dapat dilanjutkan agar tidak sia-sia, atau bahkan mangkrak.

“Permasalahan pemerataan jaringan listrik atau alat penerangan harus menjadi perhatian serius karena sangat dibutuhkan warga,” tegasnya.

Pemerataan jaringan listrik menurut Yusran Aspar, menjadi kunci kemajuan Kabupaten Penajam Paser Utara yang selama ini masih dipandang sebelah mata.

Selain itu infrastruktur jalan yang layak di Kabupaten Penajam Paser utara, juga akan meningkatkan perekonomian masyarakat setempat.

“Dengan banyaknya akses jalan rusak di Kabupaten Penajam Paser Utara menyulitkan pertumbuhan eknomi masyarakat,” jelas Yusran Aspar.

Kerusakan akses jalan di Kabupaten Penajam Paser Utara selama ini menyulitkan pendistribusian hasil perkebunan dan perkebunan, serta produk pelaku usaha kecil dan menengah ke luar daerah.

Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara lanjut Yusran Aspar, harus fokus terhadap pembangunan sarana prasarana yang menjadi tuntutan masyarakat.

Terutama pembangunan jalan usaha tani dan akses jalan antardesa/kelurahan tambah bupati, harus menjadi program strategis dan skala prioritas bagi kepala daerah selanjutnya. (bp/hb/Adv)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.