Pemadam Kebakaran Penajam Diminta Wujudkan Perlindungan Masyarakat

Ari. B

Sekretaris Kabupaten PPU, Tohar.

Penajam, helloborneo.com – Petugas pemadam kebakaran Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, diminta berkomitmen memberikan pelayanan dan mewujudkan perlindungan masyarakat setempat dari ancaman bencana kebakaran.

Sekretaris Kabupaten Penajam Paser Utara Tohar, saat ditemui helloborneo.com di Penajam, mengatakan dengan memperingati HUT pemadam kebakaran ke-99 petugas pemadam kebakaran dituntut berkomitmen meberikan pelayanan serta perlindungan kepada masyarakat.

Menurut Sekkab, kewaspadaan masyarakat terhadap bencana kebakaran juga harus lebih ditingkatkan, karena bardasarkan data selama dua bulan terakhir telah terjadi dua kasus kebakaran di wilayah pemukiman.

Kedua peristiwa kebakaran tersebut yakni, kebakaran rumah di wilayah Kelurahan Nipah-Nipah, Kecamatan Penajam dan Desa Telemow, Kecamatan Sepaku.

Sementara data Badan Penaggulangan Bencana Daerah Kabupaten Penajam Paser Utara lanjut Tohar, pada 2015 terjadi kebakaran lahan dan hutan sebanyak 249 kasus dengan luasan lahan terbakar lebih kurang 715,9 hektare, sementara kebakaran rumah 16 kejadian.

Sedangkan pada 2016 kebakaran rumah meningkat menjadi 17 kasus, serta kebakaran hutan dan lahan mencapai 50 kejadian luasan yang terbakar sekitar 395,3 hektare.

Tohar menimpali lagi, pada 2017 kasus kebakaran lahan dan hutan sebanyak 12 kasus dengan 9 titik panas luasan yang terbakar lebih kurang 21,75 hektare, kebakaran rumah terdata 22 kejadian.

Untuk itu Sekkab menginstruksikan petugas pemadam kebakaran mewaspadai pergantian musim penghujan menjadi musim kamarau pada tahun ini.

“Diprediksikan musim kemarau pada 2018 mulai terjadi pada Maret atau April. Kewaspadaan terhadap bencana kebakaran harus lebih ditingkatkan,” ujar Tohar.

Pergantian musim penghujan ke musim kemarau tambah Sekkab, berpotensi menimbulkan bencana kebakaran hutan dan lahan, termasuk kawasan pemukiman.

“Kami minta seluruh elemen masyarakat serta instansi meningkatkan kawaspadaan terhadap terjadinya bencana kebakaran,” kata Tohar. (bp/hb/Adv)

 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.