Satu Peserta Lelang Jabatan Kadisperindagkop Penajam Mundur

Ari. B

Kepala BKPP PPU, Surodal Santoso.

Penajam, helloborneo.com – Satu dari sembilan peserta lelang jabatan kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, mengundurkan diri karena melakukan ibadah umrah.

Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Penajam Paser Utara Surodal Santoso, saat ditemui helloborneo.com di Penajam, Senin, mengatakan, peserta yang mengundurkan diri itu atas nama Fachri, mantan Camat Waru.

Fachri yang sudah memasukkan berkas lamaran ke panitia serta dinyatakan lolos seleksi serta memenuhi syarat kepangkatan dipastikan mundur karena melaksanakan ibadah umrah.

Dengan demikian, peserta lelang jabatan kadisperindagkop tersisa delapan orang dan mereka yang mengikuti tes penulisan makalah di ruang rapat Wakil Bupati Penajam Paser utara pada Senin.

Menurut Surodal Santoso, makalah yang ditulis itu akan menjadi bahan wawancara dan presentasi masing-masing peserta lelang. Tema yang ditentukan dalam penulisan makalah terkait peningkatan kinerja Disperindagkop UKM Kabupaten Penajam Paser Utara.

“Makalah peserta itu akan dinilai tim panitia seleksi yang beranggotakan tiga orang akademisi dari Universitas Mulawarman Samarinda dan dua unsur pejabat pemerintahan,” jelasnya.

Hasil penilaian makalah para peserta lelang jabatan akan diumumkan secara resmi di laman BKPP setempat.

Para peserta yang mengikuti tes makalah itu, yakni Kuncoro, Herlambang, Rosihan Azward, Yahya, Pang Irawan, Nanang Karwiadi, Siti Aminah, dan Hadi Purwanto.

Pejabat eselon III-A itu masing-masing bertugas sebagai kepala bagian di sekretariat kabupaten dan sekretaris di tingkat satuan kerja perangkat daerah, serta satu orang camat.

Surodal Santoso menjelaskan, untuk tahapan kompetensi manajerial di Badan Kepegawaian Negara hanya akan diikuti Rosihan Azward, Pang Irawan, Nanang Karwiadi, Siti Aminah, dan Yahya.

“Mereka berlima yang akan ikut tahapan kompetensi manajerial karena belum melakukan ‘assessment’ atau uji kompetensi dan penilaian jabatan di BKN,” tambahnya. (bp/hb)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.