Kualitas Gabah Hasil Panen di Penajam Mulai Membaik

Bagus Purwa

Petani Babulu Mengeringkan Gabah.

Penajam, helloborneo.com – Kualitas gabah kering panen Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, pada musim tanam periode Oktober 2017-Maret 2018 lebih baik dibanding dengan sebelumnya karena ada upaya peningkatan kualitas gabah kering panen di tingkat petani.

“Biasanya kalau kualitas gabah kering panennya baik, berasnya juga baik,” ujar Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Penajam Paser Utara Surito Widarie, ketika ditemui helloborneo.com di Penajam, Rabu.

Upaya peningkatan kualitas gabah kering panen di tingkat petani tersebut dilakukan dengan menerapkan pemupukan berimbang dan pengapuran lahan pertanian.

Perlakuan setelah panen oleh petani atau mitra Badan Urusan Logistik (Bulog) menurut Surito Widarie, juga dilakukan untuk meningkatkan gabah kering panen produksi petani tersebut.

Perlakukan setelah panen itu di antaranya, melakukan pengeringan gabah dengan standar kadar air 14 persen, serta pemisahan gabah tidak bercampur kotoran atau sekam yang kosong.

“Pengemasan dan pengangkutan juga diperhatikan agar kualitas gabah kering panen itu tetap terjaga,” jelas Surito Widarie.

Sementara hingga saat ini sedikitnya 1.417 dari 11.294 hektare lahan persawahan yang ditanami padi di wilayah Kabupaten Penajam Paser utara sudah dipanen oleh para petani.

“Petani sudah mulai panen khususnya di wilayah Kecamatan Babulu,” kata Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikiultura Dinas Pertanian Kabupaten Penajam Paser Utara Bambang Marjuki, ketika ditemui terpisah.

Kualitas gabah kering panen para petani lanjut dia, lebih baik dari sebelumnya dan rata-rata petani mampu panen mencapai 5 ton gabah kering panen atau 2,5 ton beras per hektare.

Bambang Marjuki menjelaskan, hingga saat ini produksi para petani di Kabupaten Penajam Paser Utara mencapai 7.085 ton gabah kering panen atau setara 3.543 ton beras.

“Jika 11.294 hektare sawah sudah dipanen, maka diperkirakan produksi gabah kering panen mencapai 56.470 ton setelah dijadikan beras sekitar 28.235 ton,” tambah Bambang Marjuki. (bp/hb)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.