Pemkab Genjot Persiapan “Groundbreaking” Jembatan Penajam-Balikpapan

Ari B

Bupati PPU, Yusran Aspar.

Penajam, helloborneo.com – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, terus menggenjot persiapan pelaksanaan pemancangan tiang pertama (groundbreaking) proyek pembangunan jembatan tol penghubung Penajam-Balikpapan.

Bupati Penajam Paser Utara Yusran Aspar, saat ditemui helloborneo.com di Penajam, Rabu, mengatakan, saat ini dimatangkan jalur kedatangan Wakil Presiden Jusuf Kalla beserta rombongan.

Sejumlah kegiatan yang akan menyertai kegiatan pemancangan tiang pertama proyek pembangunan jembatan tol penghubung di atas Teluk Balikpapan tersebut juga terus dimatangkan.

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Penajam Paser Utara digenjot untuk melakukan perbaikan Jalan Provinsi terutama akses menuju Pantai Nipah-Nipah, Kecamatan Penajam.

“Jalan akses menuju kawasan Pantai Nipah-Nipah harus segera diperbaiki, karena pemancangan tiang pertama proyek pembangunan jembatan tol penghubung Penajam-Balikpapan dipusatkan di sisi anjungan Pantai Nipah-Nipah,” jelas Yusran Aspar.

Titik penempatan perdana tiang jembatan tol penghubung antara Kabupaten Penajam Paser Utara dengan Kota Balikpapan ditetapkan di sisi anjungan pantai di Kelurahan Nipah-Nipah, Kecamatan Penajam.

Yusran Aspar meyakini jembatan tol penghubung dari titik Nipah-Nipah, Kabupaten Penajam Paser Utara, menuju Melawai, Kota Balikpapan tersebut tidak hanya memudahkan akses masyarakat, namun juga memicu pertumbuhan masyarakat di dua daerah.

Berdasarkan perencanaan, masa pengerjaan jembatan tol penghubung di atas Teluk Balikpapan sepanjang 7,75 kilometer dengan lebar 33 meter itu paling lama empat tahun dengan nilai investasi sekitar Rp16,2 triliun.

Biaya pembangunan jembatan tol penghubung dengan tinggi ruang bebas setinggi 50 meter dari permukaan air laut tertinggi tersebut, dangan saham gabungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur sebesar 20 persen, Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara 15 persen, Pemerintah Kota Balikpapan lima persen dan PT Waskita Karya sebesar 60 persen.

Jembatan tol penghubung di atas Teluk Balikpapan itu akan terkoneksi langsung dengan jalan di sepanjang pesisir pantai, kemudian Jalan Provinsi Kilometer 9 Nipah-Nipah, Kabupaten Penajam Paser Utara.

Bupati Yusran Aspar optimistis pemancangan tiang pertama proyek pembangunan jembatan tol penghubung Penajam-Balikpapan tersebut akan dilakukan sebelum puasa 2018. (bp/hb/Adv)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.