Pengerjaan Bendungan Lawe-Lawe Penajam Terancam Tidak Dilanjutkan

Ari B

Kabid Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan PR PPU, Supardi.

Penajam, helloborneo.com – Pengerjaan proyek Bendungan Lawe-Lawe di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, terancam tidak dilanjutkan karena pemerintah kabupaten belum mencairkan sisa pembayaran pada 2017 kepada kontraktor pelaksana kegiatan.

Dari informasi yang diperoleh helloborneo.com, Jumat, kontraktor pelaksana pembangunan Bendungan Lawe-Lawe masih menunggu sisa pembayaran pada 2017 yang hingga kini belum dicairkan Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara.

Dari total kontrak proyek senilai Rp129 miliar, sampai saat ini baru terserap lebih kurang Rp40 miliar dan belum dilanjutkan dengan kondisi pengerjaan sekitar 85 persen.

Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara masih memiliki tanggungan pembayaran jasa kontraktor pelaksana kegiatan sekitar Rp105 miliar.

“Kondisi anggaran pemerintah kabupaten mengalami penurunan, tidak ada anggaran untuk melanjutkan pengerjaan Bendungan Lawe-Lawe itu,” kata Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Penajam Paser Utara Supardi, ketika dikonfirmasi terkait proyek tersebut.

Sejak dibangun pada 2014, bendungan yang berlokasi di Kelurahan Lawe-Lawe, Kecamatan Penajam, itu, belum dapat difungsikan, padahal waktu pengerjaan tersisa empat bulan lagi atau sampai akhir masa jabatan kepala daerah pada Juli 2018.

Menurut Supardi, Bendungan Lawe-Lawe belum dapat dioperasionalkan karena ketinggian tanggul baru sekitar tiga meter, dari perencanaan setinggi tujuh meter dari permukaan tanah.

“Pembangunan Bendungan Lawe-Lawe terpaksa dihentikan karena APBD mengalami defisit dan pemerintah kabupaten kesulitan mencari pembiayaan.” ungkapnya.

Bantuan pendanaan yang diusulkan pemerintah kabupaten sampai saat ini belum mendapat respon dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, sehingga proyek bendungan di atas lahan seluas 200 hektare tersebut, terancam tidak bisa dilanjutkan penyelesaiannya atau mangkrak.

“Saya pesimistis proyek pembangunan Bendungan Lawe-Lawe itu dapat diselesaikan dalam waktu dekat dengan kondisi keuangan daerah saat ini yang sedang defisit,” tambah Supardi. (bp/hb)

 

 

 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.