Proyek WTP Lawe-Lawe Penajam Tidak Kunjung Rampung

Ari B

WTP Lawe-Lawe.

Penajam, helloborneo.com – Proyek pembangunan instalasi pengolahan air bersih atau “water treatment plant” Lawe-Lawe Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, yang dikerjakan sejak 2015 hingga kini tidak kunjung rampung.

“Proyek pembangunan WTP di Kelurahan Lawe-Lawe, Kecamatan Penajam itu terkendala minimnya anggaran pemerintah kabupaten,” ungkap Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Penajam Paser Utara Supardi, ketika ditemui helloborneo.com di Penajam, Senin.

Sampai saat ini, menurut dia, kontraktor pelaksana kegiatan masih menunggu sisa pembayaran dari Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara.

“Proyek pembangunan WTP Lawe-Lawe di Kecamatan Penajam itu diperpanjang hingga 2018, karena keterbatasan anggaran pemerintah kabupaten,”ujar Supardi.

Proyek “water treatment plant” (WTP) yang bersinergi dengan Bendungan Lawe-Lawe tersebut awalnya ditargetkan rampung pada November 2017. Namun kemudian diperpanjang hingga 2018 karena alasan kondisi keuangan daerah.

Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara baru membayar sekitar 10 persen dari nilai kontrak pengerjaan WTP tersebut atau sekitar Rp4,5 miliar.

Proyek yang dibiayai melalui skema anggaran tahun jamak senilai Rp45 miliar tersebut kemajuan fisiknya telah mencapai 85 persen.

Namun pengoperasian instalasi pengolahan air bersih Lawe-Lawe itu masih terkendala pengadaan mesin yang didatangkan dari luar negeri.

Untuk pengadaan mesin genset dan pompa WTP Lawe-Lawe dipesan di Jerman dan Jepang tersebut ditunda sampai tersedianya anggaran Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara.

Empat unit mesin pompa yang dipesan di Jerman hingga kini ditunda pengirimannya, lantaran kontraktor pelaksana belum memiliki anggaran. Pengadaan mesin genset dan pompa itu dibutuhkan anggaran sekitar Rp8 miliar.

Proyek instalasi pengolahan air bersih di Kelurahan Lawe-Lawe, Kecamatan Penajam tersebut terancam mangkak atau tidak bisa dilanjutkan, sebab keuangan daerah belum stabil dengan adanya pemangkasan dana bagi hasil dari pemerintah pusat. (bp/hb)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.