Penajam Terbitkan Perubahan HET Elpiji Bersubsidi

Ari B

Kabid Perdagangan PPU, Rusli.

Penajam, helloborneo.com – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, menerbitkan perubahan harga eceran tertinggi elpiji tabung ukuran 3 kilogram yang akan diberlakukan setelah beroperasinya stasiun pengisian bahan bakar elpji di Kecamatan Babulu.

Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Penajam Paser Utara Rusli, ditemui helloborneo.com di Penajam, Kamis, mengatakan, perubahan HET elpiji bersubsidi itu ditetapkan melalui Surat Keputusan Bupati Nomor 030/135/2018.

Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara menetapkan HET elpiji tabung ukuran 3 kilogram, menyusul segera dioperasikannya SPBE di Kecamatan Babulu pada pertengahan Mei 2018.

“HET terbaru itu akan diberlakukan setelah SPBE di Kecamatan Babulu beroperasi sekitar pekan kedua atau ketiga Mei,” kata Rusli.

Disperindagkop UKM Kabupaten Penajam Paser Utara melakukan sosialisasi perubahan HET elpiji bersubsidi kepada para agen dan pangkalan penjualan elpiji, serta masyarakat.

Berdasarkan harga terbaru, HET elpiji terbagi dalam tiga zona atau wilayah, disesuaikan dengan jarak tempuh pendistribusian elpiji dari SPBE ke wilayah itu.

Untuk wilayah Kecamatan Waru dan Babulu, HET ditetapkan sebesar Rp18.000 per tabung, sedangkan di Kecamatan Penajam dan Sepaku sedikit lebih mahal yakni sebesar Rp19.000 per tabung.

Khusus untuk wilayah tiga Kelurahan terjauh di Kecamatan Penajam, yakni Kelurahan Jenebora, Gersik dan Pantai Lango, dengan kondisi jalan yang cukup berat, HET ditetapkan sebesar Rp22.000 per tabung.

Sejak 2015 hingga saat ini, HET elpiji tabung ukuran 3 kilogram di seluruh wilayah Penajam Paser Utara ditetapkan sebesar Rp20.000 per tabung.

SPBE di Desa Babulu Darat, Kecamatan Babulu, yang dikelola PT Bintang Mandiri dengan kapasitas 50 ton per hari tersebut akan melayani kebutuhan masyarakat di dua daerah, yakni Kabupaten Penajam Paser Utara dan Paser. (bp/hb/Adv)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.