Inseminasi Buatan Penajam Tercapai 100 persen

Bagus Purwa

Kabid Peternakan dan Keswan Dinas Pertanian PPU Arief Murdiyatno.

Penajam, helloborneo.com – Program percepatan kebuntingan sapi betina melalui IB atau inseminasi buatan oleh Dinas Pertanian Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, telah terealisasi 100 persen pada Juli 2018, sehingga diyakini lima bulan ke depan dapat melampaui target yang diberikan pemerintah pusat.

“Kabupaten Penajam Paser Utara mendapat jatah 1.200 ekor betina indukan yang harus dilakukan IB,” ujar Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Arief Murdiyatno ketika ditemui helloborneo.com di Penajam, Senin.

Ia menjelaskan program sapi bunting tersebut merupakan bagian dari target nasional melalui Program Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (Upsus Siwab), sehingga Kabupaten Penajam Paser Utara yang juga ingin swasembada daging turut mendukung program tersebut.

Sepanjang 2018 lanjut Arief Murdiyatno, instansinya telah menuntaskan inseminasi buatan atau kawin suntik terhadap 1.200 ekor sapi betina produktif yang ditargetkan oleh pemerintah pusat.

“Kami masih terus bergerak kendati sudah tuntaskan target iseminasi buatan 100 persen, tinggal melakukan pemeriksaan kebuntingan dan kelahiran,” jelasnya.

Dari 1.200 sapi betina produktif dilakukan inseminasi buatan menurut Arief Murdiyatno, ditargetkan sekisar 896 ekor sapi mengalami kebuntingan.

“Kebuntingan sapi selama sembilan bulan, jadi ditargetkan pada 2019 sedikitnya 790 ekor sapi yang melahirkan melalui program Upsus Siwab itu,” katanya.

Pemenuhan target tersebut tambah Arief Murdiyatno, merupakan salah satu upaya untuk dapat membantu merealisasikan tercapainya populasi sebanyak dua juta ekor sapi di Kalimantan Timur pada 2018.

Sedangkan inseminasi buatan pada 2017, Kabupaten Penajam Paser Utara tidak mampu memenuhi target yang diberikan pemerintah pusat sebab dari 2.419 hanya mampu melakukan kawin suntik sekisar 2.240 ekor sapi betina produktif.

Arief Murdiyatno menyatakan, program Upsus Siwab tersebut berhasil dikembangkan kelompok ternak, maka tidak perlu lagi mendatangkan sapi dari Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur untuk memenuhi kebutuhan daging.

Upsus Siwab juga merupakan bentuk komitmen pemerintah pusat dalam mengejar swasembada sapi yang ditergetkan terealisasi pada 2026 untuk mewujudkan Indonesia yang mandiri dalam pemenuhan pangan asal ternak, sekaligus meningkatkan kesejahteraan peternak. (bp/hb)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.