Penajam Belum Mampu Mandiri Penuhi Kebutuhan Bawang Merah

Ari B
Penajam, helloborneo.com – Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, hingga saat ini belum mampu mencukupi kebutuhan komoditas bawang merah secara mandiri, kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan setempat Surito Widarie.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Penajam Paser Utara, Surito Widarie.

“Hingga kini produksi lokal bawang merah Penajam Paser Utara belum mampu memenuhi kebutuhan untuk masyarakat setempat,” ujar Surito Widarie ketika ditemui helloborneo.com di Penajam, Selasa.

Komoditas bawang merah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Kabupaten Penajam Paser Utara masih didatangkan dari Pulau Jawa dan Sulawesi.

Sentra produksi bawang merah di Desa Babulu Darat yang diharapkan mampu mencukupi kebutuhan lokal menurut Surito Widarie, saat ini penanaman bawang merah baru terealisasi satu hektare dan menghasilkan lebih kurang 1 ton.

Target luasan penanaman bawang merah di Desa Babulu Darat, Kecamatan Babulu tersebut lanjut ia, mencapai empat sampai 8 hektare.

Surito Widarie menjelaskan, ada beberapa faktor yang membuat Kabupaten Penajam Paser Utara harus mendatangkan komoditas bawang merah dari luar daerah.

Faktor tersebut salah satunya tambahnya, minat masyarakat petani di wilayah Penajam Paser Utara masih sangat minim untuk menanam palawija selain tanaman padi.

“Kendalanya penanaman bawang merah adalah masyarakat masih enggan menanam komoditas itu dan kesulitan mencari pasokan air,” ungkap Surito Widarie.

Surito Widarie menyatakan, pasokan komoditas bawang merah di Kabupaten Penajam Paser Utara, 90 persen didatangkan dari Pulau Jawa dan Sulawesi untuk memenuhi kabutuhan masyarakat setempat.

“Jadi hingga kini produksi lokal bawang merah belum cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, masih bergantung mendatangkan komoditas itu dari luar daerah,” ucapnya. (bp/hb)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.