Wika Berikan Lampu Hijau Lanjutkan Bendungan Penajam

Ari B
Penajam, helloborneo.com – PT Wijaya Karya (Persero) tbk memberikan lampu hijau kepada Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, untuk melanjutkan pembangunan Bendungan Lawe-Lawe yang pengerjaannya dihentikan sejak 2017.

Kepala Dinas PUPR Puguh Sumitro.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Penajam Paser Utara Puguh Sumitro saat ditemui helloborneo.com di Penajam, Jumat, mengatakan, instansinya akan menjajaki PT Wika (Wijaya Karya) yang mendorong untuk melanjutkan pengerjaan pembangunan Bendungan Lawe-Lawe.

Kendati baru disampaikan secara lisan, namun Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Penajam Paser Utara berencana berkunjung ke Kantor PT Wika di Jakarta.

“Kami akan ke PT Wika memastikan bentuk dukungan atau bantuan untuk kelanjutan pengerjaan pembangunan Bendungan Lawe-Lawe itu,” ujar Puguh Sumitro.

Sementara pengajuan bantuan pendanaan untuk menyelasaikan pembangunan Bendungan Lawe-Lawe kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat lanjut ia, sampai sekarang belum mendapat balasan.

Pengerjaan Bendungan Lawe-Lawe di wilayah Kecamatan Penajam senilai Rp143 miliar tersebut dihentikan atau tidak dllanjutkan sejak Mei 2017, dengan kondisi pengerjaan sekitar 85 persen.

Hingga saat ini, proyek pembangunan Bendungan Lawe-Lawe mangkrak atau tidak dilanjutkan pengerjaannya dan belum dapat difungsikan, karena anggaran Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara mengalami penurunan.

Salah satu alasan pengerjaan pembangunan Bendungan Lawe-Lawe itu dihentikan, sebab beban tanggungan utang yang harus dibayarkan Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara kepada kontraktor pelaksana kegiatan cukup besar, yakni sekitar Rp90 miliar.

Kewajiban kepada kontraktor pelaksana proyek pembangunan Bendungan Lawe-Lawe tersebut menurut Puguh Sumitro, tetap menjadi tanggung jawab Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara.

“Rencananya tanggungan utang proyek Bendungan Lawe-Lawe itu dibayar secara bertahap, yakni pada APBD Perubahan 2018 dan APBD 2019,” tambahnya.

Bendungaan Lawe-Lawe dibangun untuk mendukung peningkatan pasokan air baku dan air bersih Perusahaan Daerah Air Minum Danum Taka Kabupaten Penajam Paser Utara, sehingga harus dilanjutkan sampai fungsional. (bp/hb)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.