Realisasi Retribusi Pelabuhan Penajam Rp2 Miliar

Bagus Purwa

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten PPU , Ady Irawan.

Penajam, helloborneo.com – Retribusi Pelabuhan Benuo Taka Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, hingga September 2018 terealisasi lebih kurang Rp2 miliar dari target yang ditetapkan sekitar Rp4 miliar, kata Kepala Dinas Perhubungan setempat Ady Irawan.

“Realisasi retribusi Pelabuhan Benuo Taka baru mencapai sekitar Rp2 miliar, kami berharap hingga akhir tahun target bisa tercapai,” ujar Ady Irawan ketika dihubungi helloborneo.com di Penajam, Sabtu.

Retribusi bongkar muat dan pengapalan di Pelabuhan Benuo Taka yang berada di Kawasan Industri Buluminung dapat memberikan sumbangan pada PAD (pendapatan asli daerah) Kabupaten Penajam Paser Utara.

“Realisasi penarikan retribusi lebih kurang Rp2 miliar itu diperoleh dalam sembilan bulan dari kegiatan bongkar muat dan pengapalan batu bara maupun minyak mentah atau CPO (cruede palm oil),” jelas Ady Irawan.

Penyumbang terbesar retribusi di pelabuhan milik Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara tersebut lanjut ia, barasal dari bongkar muat dan pengapalan minyak mentah sawit dan batu bara.

Namun Ady Irawan menyatakan, harga jual batu bara mengalami penurunan, sehingga berdampak pada kegiatan bongkar muat dan pengapalan batu bara yang mempengaruhi pendapatan retribusi di Pelabuhan Benuo Taka.

“Untuk bongkar muat dan pengapalan CPO di Pelabuhan Benuo Taka tetap aktif, bahkan mengalami peningkatan. Jadi kami berharap bisa mengumpulkan retribusi pelabuhan sesuai yang ditargetkan,” katanya.

Dinas Perhubungan Kabupaten Penajam Paser Utara juga terus melakukan komunikasi dengan sejumlah penguasaha yang beroperasi di wilayah setempat untuk meningkatkan pendapatan dari sektor kepelabuhanan.

Masih banyak perusahaan yang ada di wilayah Penajam Paser Utara tambah Ady Irawan, yang belum mengetahui keberadaan Pelabuhan Benuo Taka di Kawasan Industri Buluminung tersebut.

Ia juga berharap pengerjaan lanjutan pembangunan perluasan pelabuhan dapat segara dapat dilakukan, karena dengan kondisi pengerjaan 60 persen pengoperasian pelabuhan belum optimal dan hanya mampu menampung dua kapal bongkar muat.

“Jika pelabuhan rampung 100 persen, kami optimistis Pelabuhan Benuo Taka dapat melayani lebih banyak perusahaan melakukan bongkar muat dan pengapalan serta dapat menampung lebih dari dua kapal bongkar muat,” ucap Ady Irawan. (bp/hb)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.