Semarak HUT ke 41 dan Bulan Bahasa, Pupuk Kaltim Hadirkan Tere liye

Arsyad Mustar

Direktur SDM dan Umum Pupuk Kaltim, Meizar Effendi (Fauzi Humas Pupuk Kaltim)

Bontang, helloborneo.com – Dalam rangka memperingati HUT ke 41 dan menyambut bulan bahasa, Pupuk Kaltim menghadirkan tokoh penulis nasional yakni Tere Liye, Selasa (23/10/2018), di GOR PKT, Jalan Alamanda.

Tere Liye yang merupakan penulis cerpen terkenal tersebut hadir di Kota Bontang guna menggelorakan kembali semangat kemampuan menulis dan membaca atau literasi kepada generasi milenial.

Melalui Talk Show kepenulisan ini, Direktur SDM dan Umum Pupuk Kaltim, Meizar Effendi menginginkan bulan bahasa tersebut dijadikan titik balik untuk menghargai bahasa Indonesia sebagai bahasa sastra.

Dirinya pun berharap, kegiatan ini dapat dilakukan setiap tahun menyambut bulan bahasa. Baik berupa Talk Show maupun lomba-lomba terkait bahasa. Hal itu sebagai wujud pelestarian bahasa Indonesia.

“Negeri kita ini memiliki lebih dari 600 bahasa dan dipersatukan oleh satu bahasa, yaitu bahasa Indonesia,” ujar Meizar dalam sambutannya.

Lantas, pria berkacamata tersebut meminta agar budaya literasi terus dikembangkan, terutama di Yayasan Pupuk Kaltim (YPK). Dengan begitu, Dia berharap nantinya akan tumbuh penulis-penulis belia yang terus aktif berkarya di kemudian hari.

“Maksud pelaksanaan kegiatan ini, guna memberikan motivasi serta sebagai sarana berbagi ilmu kepenulisan bersama seorang penulis berskala nasional. Generasi milenial diberikan asupan pengetahuan agar mampu menulis dengan baik,” kata Meizar.

Darwis atau Tere Liye merupakan tokoh penulis nasional (Fauzi Humas Pupuk Kaltim)

Sementara itu, Darwis atau biasa dikenal Tere Liye telah berhasil mencetak sebanyak 32 buku selama 12 tahun masa produktifnya. Kendati kegiatan menulis sejatinya sudah dilakoni sejak 25 tahun lalu.

Dia menyebut, menulis itu adalah hobinya. Kemampuan menulis bisa membuat karir melejit jika benar-benar ditekuni. Untuk menjadi penulis handal, kata Darwis, jadilah seorang penulis yang tahan banting kemudian berhentilah jadi penulis yang cengeng atau sering mengeluh.

“Sebisa mungkin mengetahui ragam informasi dan pengetahuan sebagai ide yang dapat dikembangkan bagi penulis,” kata Tere liye di hadapan ratusan pelajar.

Menurutnya, ada tiga sumber untuk mempermudah menulis dan menambah amunisi, yakni perbanyak baca buku, melakukan perjalanan jauh, serta banyak berinteraksi dengan orang lain. Setiap penulis pasti akan menemukan motivasi dan jenis tulisan yang mereka pakai dengan caranya masing-masing.

Sebagai seorang penulis, Darwis mengaku merasa bertanggung jawab penuh melahirkan generasi penulis berikutnya. Untuk itu, berbagai tawaran dari penjuru negeri untuk mengisi kegiatan berbalut bidang literasi selalu diterimanya dengan motivasi khusus.

“Kita kesana kemari menyerukan literasi, tetapi, anak zaman sekarang mau baca apa? bacaan yang seperti apa jika jendela dunia kekurangan penulisnya,” kata Darwis.

Dijelaskan bahwa tulisan yang baik harus menyesuaikan dengan fakta dan logika para pembaca. Sedangkan nilai fantasi pada sebuah cerita, idenya berasal dari sebuah riset yang dilakukan sebelumnya.

“Jika waktu terbaik menanam pohon itu adalah 20 tahun lalu, lanjut Darwis, maka hari ini bibit pohon harus tertanam. Karena, salah satu tanggung jawab kita adalah menanam pohon kehidupan bagi orang lain,” pungkasnya.

Pada penghujung acara, puluhan pelajar dan orangtua mengulik dan mengajukan pertanyaan kepada Tere Liye atas kesuksesannya dan motivasi menjadi seorang penulis handal serta. (am/tan)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.