Praktik Prostitusi Terselubung di Penajam Masih Marak

Ari B/Bagus Purwa

Penajam, helloborneo.comPraktik prostiusi terselubung warung reman-remang di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, hingga kini masih marak yang diduga imbas ditutupnya lokalisasi Lembah Harapan Kilometer 17 dan Manggar Sari di Kota Balikpapan.

Dokumentasi Satpol PP PPU Saat Melakukan Razia KTP.

Defisit anggaran Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara menurut Wakil Bupati Penajam Paser Utara Hamdam saat dikonfirmasi helloborneo.com terkait praktik prostitusi terselubung tersebut di Penajam, Belum lama ini, berdampak pada upaya penertiban dan pencegahan praktik prostitusi terselubung di wilayah setempat.

Praktik prostitusi terselubung warung remang-remang yang masih marak itu di Kelurahan Pemaluan, Kecamatan Sepaku. Masyarakat resah dengan praktik prostitusi di warung remang-remang tersebut dan meminta instansi terkait segara melakukan penertiban.

Dari penelusuran wartawan, warung remang-remang yang mayoritas pelayannya wanita itu menyediakan menu minuman dan makanan ringan.

Selain menjadi pelayan, sebagian besar pekerja warung yang berasal dari luar daerah tersebut juga terkadang menemani dan melayani pengunjung dengan tarif Rp150.000 hingga Rp200.000.

“Kalau pengunjung datangnya jam 12 malam tarifnya Rp600.000, karena saya yang bayar sewa kamarnya. Kalau lagi ramai, saya bisa dapat Rp5 juta dalam satu bulan,” ujar salah satu pelayan warung yang mengaku bernama Marni (29 tahun).

Sejumlah pekerja seks komersial yang melakukan praktik prostitusi itu mengaku berasal dari eks lokalisasi Lembah Harapan Kilometer 17 dan Manggar Sari Kota Balikpapan.

Dokumentasi Satpol PP PPU Saat Membongkar Kafe Tanpa Ijin

“Kami juga telah menerima laporan kebaradaan prostitusi terselubung, salah satunya di Kecamatan Sepaku yang diduga berasal dari kawasan Kilometer 17 dan Manggar Sari Balikpapan,” kata Wabup Hamdam.

Namun untuk upaya penertiban dan pencegahan praktik prostitusi terselubung melalui Satuan Polisi Pamong Praja atau Satpol PP lanjut Hamdam, terbentur kondisi anggaran Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara yang terbatas.

Warung remang-remang yang menyediakan menu minuman dan makanan ringan itu merupakan bangunan kayu tidak permanen, serta diduga tidak memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dan Izin Gangguan atau IG.

Selain di Kelurahan Pemaluan, Kecamata Sepaku, menurut informasi yang diperoleh ada beberapa daerah lainnya yang juga menjadi tempat berkembangnya praktek prostitusi  terselubung di wilayah Penajam Paser Utara. (bp/hb)

 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.