Kepala BKN Regional Pantau Tes CPNS Penajam

Ari B

Kepala Kanreg VIII BKN Banjarmasin, Slamet Nugroho.

Penajam, helloborneo.com – Kepala Badan Kepegawaian Negara Regional VII Banjarmasin, Slamet Nugroho, meninjau pelaksanaan tes calon pegawai negeri sipil 2018 hari pertama di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.

“Kami telah meninjau pelaksanaan tes CAT (computer assisted test) CPNS di sejumlah daerah dan semua berjalan lancar,” kata Slamet Nugroho ketika ditemui helloborneo.com di Penajam, Selasa.

Ia menjamin, pelaksanaan CAT CPNS 2018 di wilayah kerja Badan Kepegawaian Negara (BKN) Regional VII Banjarmasin berjalan secara kompetitif, objektif, adil, transparan dan bebas dari KKN.

“Pelaksanaan tes CAT CPNS bebas dari unsur KKN atau manipulasi,” tegas Slamet Nugroho di gedung bundar Islamic Center Kecamatan Penajam lokasi pelaksanaan tes CPNS 2018.

Namun pelaksanaan tes CPNS, lanjut ia, tidak diikuti Kabupaten Kutai Kartanegara dan Tarakan, karena tidak mendapatkan informasi menyangkut penerimaan formasi CPNS 2018 tersebut.

Wakil Bupati Penajam Paser Utara, Hamdam saat mendampingi Slamet Nugroho, menyatakan, sistem ujian CPNS 2018 sangat baik karena hasilnya langsung dapat diketahui para peserta.

Kepala Kanreg VIII BKN Banjarmasin Slamet Nugroho Bersama Wakil Bupati PPU Hamdam Melihat Hasil Tes SKD Hari Pertama.

Wabup berharap kuota penerimaan CPNS Kabupaten Penajam Paser Utara dapat terpenuhi, sehingga kekurangan PNS (pegawai negeri sipil) lebih kurang 400 orang dapat terkurangi.

Pada kesempatan tersebut, Kepala BKN Regional VII Banjarmasin Slamet Nugroho bersama Wabup Hamdam juga memberikan selamat kepada peserta tes lulus nilai ambang batas yang ditentukan panitia seleksi CPNS 2018.

Ada empat peserta lulus nilai ambang batas tes seleksi kompetensi dasar(SKD) pertama CPNS 2018 dari formasi tenaga kesehatan di Kabupaten Penajam Paser Utara.

Keempat peserta dari sesi pertama yang dinyatakan memenuhi nilai ambang batas yakni, Fransiska Dery Mardiana, Enin Sri Damayanti, Andi Anita Safitri Ramadani serta Asriani.

Mereka mengaku rata-rata hanya belajar melalui media daring atau online untuk menghadapi ujian seleksi CPNS. (bp/hb)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.