Bahan Mentah Elpiji SPBE Penajam Tidak Terpenuhi

Ari B

Asisten II Setkab PPU, Ahmad Usman.

Penajam, helloborneo.com – Kebutuhan bahan mentah elpiji stasiun pengisian bahan bakar elpiji di Kecamatan Babulu, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, diprediksi tidak bisa terpenuhi sebab terkendala distribusi atau penyaluran dari Kota Balikpapan ke SPBE.

“Kami prediksi Pertamina hanya bisa memenuhi separuh dari kebutuhan bahan mentah elpiji SPBE Babulu,” kata Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Kabupaten Penajam Paser Utara Ahmad Usman ketika ditemui helloborneo.com di Penajam, Jumat.

Tidak bisa terpenuhinya seluruh kebutuhan bahan mentah elpiji tersebut menurut dia, sebab penyaluran LPG (liquid petroleum gas) atau bahan mentah elpiji terkendala jarak tempuh yang cukup jauh melalui jalur darat, sehingga hanya bisa dilakukan dua kali dalam sehari.

PT Pertamina (Persero) memutuskan distribusi atau penyaluran bahan mentah elpiji dari Depo Pertamina di Balikpapan ke SPBE (stasiun pengisian bahan bakar elpiji) Babulu melalui jalur darat.

Distribusi atau penyaluran bahan mentah elpiji melalui jalur darat tersebut lanjut Ahmad Usman, akan berimbas pada pasokan bahan mentah elpiji ke SPBE Babulu yang cukup terbatas, Pertamina hanya bisa memenuhi separuh dari kebutuhan 72.0000 elpiji tabung ukuran tiga kilogram per hari.

Di mana untuk satu kali pengiriman bahan mentah elpiji sebanyak 13 ton dari Depo Pertamina Balikpapan ke SPBE di Kecamatan Babulu, Kabupaten Penajam Paser Utara melalui jalur darat dibutuhkan waktu sekitar 11 jam.

Sementara untuk mencukupi kebutuhan sekitar 27.000 elpiji tabung ukuran tiga kilogram masyarakat Kabupaten Penajam Paser Utara saja, dibutuhkan lebih kurang 26 ton bahan mentah elpiji per hari.

“Sehingga dalam sehari kebutuhan bahan mentah elpji SPBE Babulu hanya terpenuhi setengahnya saja, karena dalam sehari penyaluran hanya bisa dilakukan sebanyak dua kali, sedangkan kapasitas SPBE Babulu mencapai 50 ton,” ujar Ahmad Usman.

Sistem distribusi atau pengiriman bahan mentah elpiji tersebut jelas ia, menjadi kendala pengoperasian SPBE Babulu dilaksanakan tepat waktu, yang awalnya pengoperasian SPBE dijadwalkan pada akhir Mei 2018.

Pengoperasian SPBE di Kacamatan Babulu tersebut ditargetkan pada awal Desember 2018, dengan pengiriman bahan mentah elpiji diprediksi hanya bisa dilakukan dua kali dalam sehari.

SPBE yang dikelola PT Bintang Babulu Mandiri (mitra PT Pertamina) dengan kapasitas 50 ton dan memiliki sebanyak 12 “nozel” atau selang penyaluran dan dispenser tersebut melayani dua daerah, yakni Kabupaten Penajam Paser Utara dan Paser. (bp/hb)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.