Terjadi 11 Kasus Kekerasan Anak Di Penajam.

Bagus Purwa

Penajam, helloborneo.com – Sepanjang 2018 telah terjadi sebanyak 11 kasus kekerasan terhadap anak di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, jumlah tersebut lebih tinggi dibanding tahun 2017 yang berjumlah enam kasus.

Kapolres PPU, AKBP Sabil Umar.

“Kasus kekerasan terhadap anak mengalami peningkatan pada 2018,” ungkap Kapolres Penajam Paser Utara AKBP Sabil Umar ketika ditemui helloborneo.com di Penajam, Jumat.

Dari 11 kasus kekerasan terhadap anak yang terjadi sepanjang 2018 tersebut, didominasi kasus pelecehan seksual.

“Kasus pelecehan seksual terhadap anak itu terjadi di empat kecamatan di wilayah hukum Penajam Paser Utara,” ujar Sabil Umar.

Kapolres menjelaskan, angka kasus kejahatan yang mengalami penurunan cukup drastis sepanjang 2018 di Kabupaten Penajam Paser Utara, yakni kasus pembalakan liar (illegal logging).

“Kasus pembalakan liar yang ditangani sepanjang 2017 sebanyak 19 kasus, tapi pada 2018 hanya satu kasus,” kata Sabil Umar.

Tidak hanya kasus pembalakan liar, angka kasus kriminalitas juga mengalami penurunan di wilayah hukum Penajam Paser Utara seperti kasus pencurian biasa dari 18 kasus turun menjadi 15 kasus.

Kemudian kasus pencurian kendaraan bermotor atau curanmor mengalami penurunan dari 14 kasus menjadi hanya empat kasus.

Kasus kejahatan lainnya yang juga mengalami penurunan sepanjang 2018, yaitu kasus pencurian dengan kekerasan dua kasus, pada 2017 empat kasus.

Total kasus kriminal yang ditangani Polres Penajam Paser Utara sepanjang 2018 sebanyak 119 kasus, jumlah itu mengalami penurunan 11 kasus dibanding 2017 sebanyak 130 kasus. (bp/hb)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.