DPRD Minta Pemerintah Kabupaten Penajam Tingkatkan Perlindungan Anak

Ketua DPRD PPU, Jon Kenedi.

Bagus Purwa

Penajam, helloborneo.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah atau DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, meminta pemerintah kabupaten setempat meningkatkan perlindungan dan keamanan terhadap anak seiring maraknya kasus kekerasan dan asusila terhadap anak.

Ketua DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara, Jon Kenedi saat ditemui helloborneo.com, Selasa mengatakan, perlindungan dan keamanan bagi anak perlu ditingkatkan dengan adanya laporan sembilan anak menjadi korban kekerasan dan asusila.

“Tentunya pemerintah kabupaten tidak bisa bergerak sendiri. Pengawasan terhadap keamanan anak juga kewajiban orang tua dan masyarakat, jangan sampai lalai,” ujarnya.

Jon Kenedi mengimbau kepada orang tua untuk peduli dan meningkatkan pengawasan terhadap anak sebab pada dasarnya semua anak polos, dan pelaku memanfaatkan kepolosan dan ketidakberdayaan anak.

Pelaku kekerasan dan asusila pada anak tegasnya, sangat pantas dijatuhi hukuman berat. Meskipun demikian, hukuman yang diberikan harus melalui proses pengkajian matang.

“Apapun bentuk hukumannya, harus bisa memberi efek jera bagi pelaku kekerasan dan asusila terhadap anak di bawah umur,” tegas Jon Kenedi lagi.

Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Penajam Paser Utara, mencatat hingga Februari 2020 sembilan anak dilaporkan menjadi korban kekerasan atau tindak asusila.

DP3AP2KB Kabupaten Penajam Paser Utara menyebutkan pelaku kekerasan dan asusila terhadap anak didominasi orang-orang terdekat anak yang menjadi korban.

Satu kasus kekerasan dan asusila terhadap anak di bawah umur yang terjadi di Kecamatan Babulu, Kabupaten Penajam Paser Utara melibatkan salah seorang pengurus yayasan pendidikan.

Sesuatu yang lebih penting untuk meredam kasus kekerasan dan asusila terhadap anak kata Jon Kenedi, yakni membangun kultur agamis di masyarakat.

“Yang jauh lebih penting membangun kultur yang religius karena bisa menahan potensi terjadinya kekerasan dan asusila,” ucap politisi Partai Demokrat tersebut. (bp/hb)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.