Ketua DPRD Penajam Minta Petugas Kesehatan Siaga Corona 24 Jam

Ketua DPRD PPU, Jon Kenedi.

Ari B

Penajam, helloborneo.com – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah atau DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Jon Kenedi meminta petugas kesehatan di seluruh pusat layanan kesehatan di daerah itu terus bersiaga selama 24 jam menghadapi pandemi virus Corona jenis baru (COVID-19).

“Kami berharap kinerja tenaga medis ditingkatkan dalam penanganan wabah virus Corona saat ini,” ujar politisi Partai Demokrat tersebut ketika ditemui helloborneo.com, Senin.

Di tengah mewabahnya virus Corona lanjut Jon Kenedi, petugas kesehatan harus maksimal menjalankan tugas dan fungsinya sebagai pelayan kesehatan masyarakat.

Ia menimpali lagi, semua tenaga medis yang terlibat dalam tim penanganan COVID-19 diharapkan siap siaga selama 24 jam untuk menekan penyebaran virus Corona di tengah masyarakat.

“Tenaga medis di pusat layanan kesehatan, baik di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) maupun puskesmas harus terus siaga 24 jam menghadapi wabah Corona,” kata Jon Kenedi.

“Petugas kesehatan dalam menjalankan tugasnya agar mengedepankan profesionalitas dan meningkatkan etos kerja secara maksimal,” ucapnya.

Kesiapsiagaan selama 24 jam tersebut jelas Jon Kenedi, agar masyarakat dapat menghubungi kapan saja ketika ada kejadian terkait kasus COVID-19 dan penanganan dapat dilakukan secapatnya.

Dengan adanya penambahan waktu kerja untuk mengantisipasi penyebaran virus Corona ia sepakat dan setuju, jika pemerintah kabupaten memberikan tambahan insentif kepada seluruh tenaga medis yang terlibat dalam penanganan COVID-19.

Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara tegas Jon Kenedi, juga harus bisa melindungi para tenaga medis sebagai pejuang garda terdepan melawan virus Corona dengan ketersediaan alat pelindung diri.

“Perlu dipikirkan tambahan insentifnya, kami berharap tunjangan kinerja tenaga medis yang terlibat dalam penanganan COVID-19 juga diperhatikan,” katanya.

“Ketersediaan alat pelindung diri harus dipastikan selalu ada selain penggunaannya sesuai prosedur dalam penanganan kasus COVID-19,” ujar Jon Kenedi lagi. (bp/hb)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.