Masyarakat Kabupaten Penajam Dimbau Untuk Waspadai Cuaca Ekstrem

Ari B

Apel Petugas Pusdal Ops BPBD PPU.

Penajam, helloborneo.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, mengimbau masyarakat setempat waspada potensi cuaca ekstrem dengan peralihan musim hujan ke musim kemarau menyebabkan cuaca menjadi tidak menentu.

“Kami minta warga tetap waspada karena peralihan musim hujan ke musim kemarau biasanya ditandai dengan cuaca ekstrem,” ujar Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Penajam Paser Utara, Nurlaila ketika ditemui helloborneo.com, Senin.

Kendati dalam beberapa hari terakhir cuaca di wilayah Penajam Paser Utara tergolong panas, namun lanjut ia, masyarakat tetap waspada potensi hujan deras disertai kilat atau petir.

“Bisa saja tiba-tiba terjadi angin kencang, hujan lebat disertai kilat atau petir karena cuaca tidak menentu,” ucap Nurlaila.

Fenomena ekstrem seperti perubahan cuaca cepat dari panas terik dan tiba-tiba hujan deras disertai kilat atau petir jelasnya, kemungkinan akan terjadi.

Kadang fenomena alam tersebut Nurlaila menimpali lagi, berlangsung dalam durasi singkat, tetapi juga bisa berdampak hujan deras yang cukup lama.

“Fenomena seperti itu tidak jarang menimbulkan bencana alam seperti banjir, tanah longsor, angin kencang, pohon tumbang dan lainnya,” katanya.

Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika atau BMKG menurut Nurlaila, puncak musim hujan berakhir pada April 2020.

Saat ini tambahnya, peralihan antara musim hujan ke musim kemarau, dan BMKG memprediksikan awal musim kemarau pada Juli 2020.

Selama peralihan musim hujan ke musim kemarau, BPBD Kabupaten Penajam Paser Utara meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan.

Nurlaila berharap warga selalu waspada dan berhati-hati terhadap bencana alam sebagai dampak yang ditimbulkan cuaca ekstrem dalam masa peralihan musim hujan ke musim kemarau saat ini. (bp/hb)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.