Penduduk Penajam Diprediksi Bertambah Setelah Ditetapkan Sebagai IKN

Ari B

Situasi di Ruang Pelayanan Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten PPU.

Penajam, helloborneo.com – Penduduk Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, diprediksi bakal semakin bertambah setelah daerah itu ditetapkan sebagai bagian dari ibu kota negara Indonesia yang baru.

“Kami prediksi jumlah warga pendatang akan semakin meningkat usai Lebaran Idul Fitri,” ujar Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil atau Disdukcapil Kabupaten Penajam Paser Utara, Suyanto ketika ditemui helloborneo.com, Rabu.

Ia memprediksi jumlah penduduk pendatang usai Hari Raya Idul Fitri akan mencapai lebih kurang 400 sampai 500 orang, lebih banyak dibanding pada awal tahun (2020) sekitar 300 orang,

Jumlah warga pendatang yang membawa surat pindah resmi ke Kabupaten Penajam Paser Utara menurut Suyanto, hingga saat ini cukup banyak.

Penduduk pendatang yang mengurus surat pindah masuk ke Kabupaten Penajam Paser Utara usai Lebaran Idul Fitri tambahnya, mencapai sekitar 50 orang per hari.

Lonjakan arus urbanisasi tersebut lanjut Suyanto, diduga dipengaruhi rencana pemindahan ibu kota negara Indonesia ke wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara.

Sejak ditetapkan sebagai calon wilayah ibu kota negara Indonesia yang baru oleh Presiden Joko Widodo, Kabupaten Penajam Paser Utara menjadi “magnet” warga pendatang dari berbagai daerah.

Bahkan Suyanto memprediksi jumlah penduduk Kabupaten Penajam Paser Utara pada 2022 bakal mendekati angka 200.000 jiwa.

“Untuk memantau arus urbanisasi itu, kami berkoordinasi dengan camat, lurah dan kepala desa. Kedatangan warga pendatang ke Kabupaten Penajam Paser Utara tidak bisa dibendung,” ucapnya.

“Kami sudah lakukan antisipasi adanya lonjakan urbanisasi, dan diprediksi pada 2022 penduduk Kabupaten Penajam Paser Utara bisa mencapai sekitar 200.000 jiwa,” kata Suyanto.

Disdukcapil Kabupaten Penajam Paser Utara ia menimpali lagi, sudah mempersiapkan blanko kartu tanda penduduk atau KTP elektronik menghadapi lonjakan aus urbanisasi tersebut. (bp/hb)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.