Permohonan KTP Elektronik di Kabupaten Calon Ibu Kota Negara Meningkat

Ari B

Foto Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Penajam Paser Utara, Suyanto.

Penajam, helloborneo.com – Permohonan pembuatan KTP (kartu tanda penduduk) elektronik di Kabupaten Penajam Paser Utara yang ditetapkan sebagai calon bagian dari ibu kota negara baru Indonesia di Provinsi Kalimantan Timur, meningkat.

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Penajam Paser Utara, Suyanto ketika ditemui helloborneo.com di Penajam, Kamis mengungkapkan sejak November 2020 sampai saat ini pengurusan KTP elektronik “membludak”.

Dalam satu hari lanjut ia, warga yang mengajukan permohonan pembuatan KTP elektronik mencapai sekitar 90 sampai 120 orang.

“Permohon pembuatan KTP elektronik itu di antaranya pergantian identitas serta pembuatan KTP elektronik baru,” ujar Suyanto.

“Berdasarkan data pelayanan sampai akhir 2020 jumlah penduduk Kabupaten Penajam Paser Utara tercatat mencapai 185.000 jiwa,” tambahnya.

Sementara tercatat pada data bersih kependudukan di Kementerian Dalam Negeri atau Kemendagri, jumlah penduduk Kabupaten Penajam Paser Utara sekitar 175.000 jiwa.

Dalam pelaporan pencetakan KTP elektronik jelas Suyanto, ada data bersih kependudukan yang dicatat Kemendagri dan juga ada di luar data bersih kependudukan atau data pelayanan Disdukcapil setempat.

Ia mencontohkan, jika Disdukcapil mencetak 100 keping KTP elektronik yang tercatat didata bersih kependudukan hanya lima sampai delapan keping, sisanya belum tercatat dalam data bersih kependudukan Kemendagri.

Pertumbuhan penduduk di Kabupaten Penajam Paser Utara setelah ditetapkan sebagai calon ibu kota negara oleh Presiden Joko Widodo, terus meningkat.

Arus urbanisasi menurut Suyanto, tidak bisa terbendung sejak Kabupaten Penajam Paser Utara ditetapkan sebagai bagian ibu kota negara Indonesia yang baru.

Bahkan ia memprediksi, jumlah penduduk Kabupaten Penajam Paser Utara pada 2023 bisa mencapai sekitar 200.000 jiwa.(bp/hb)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.