Kebijakan Karantina-Naik Pesawat Berubah Seiring Penurunan Kasus COVID-19

Nita Rahayu

Berau, helloborneo.com – Menteri koordinator bidang pembangunan manusia dan kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menyatakan kebijakan karantina maupun naik pesawat berubah seiring penurunan kasus COVID-19.

Menurutnya aturan naik pesawat saat ini tidak lagi diwajibkan tes PCR namun boleh menggunakan tes antigen jika vaksinnya sudah lengkap.

“Tidak ada lagi PCR, antigen saja boleh asal vaksin sudah dua kali”, ucapnya.

Aturan karantina bagi pelaku perjalanan dari luar negeri, kini tidak lagi diwajibkan selama delapan hari, namun cukup tiga hari. Pertimbangannya menurut Menko sebab masyarakat sudah banyak yang divaksin dan kasus juga sudah melandai.

“Yaa karena sudah sedikit kasus dan karantina diluar negeri juga begitu, 3 sampai 5 hari saja, kita 3 hari saja cukup,” tambahnya.

Kebijakan karantina tersebut akan segera tertuang dalam edaran Satuan Tugas (satgas) penanganan covid 19. Disinggung masalah potensi lonjakan kasus COVID-19 kembali, Menko menekankan hal itu bisa diantisipasi dengan penerapan protokol kesehatan.

Kepala Dinas kesehatan Kabupaten Berau Iswahyudi menambahkan, karantina perjalanan dalam negeri tidak lagi diberlakukan, sedangkan untuk jalur pendatang luar negeri yang akan langsung ke Kabupaten Berau, saat ini belum dibuka.

Belum dibukanya jalur pendatang luar negeri yang akan langsung ke Kabupaten Berau tersebut sebab masih menunggu kasus COVID-19 benar-benar zero.”Belum ada yang langsung ke sini, kalau pun ada itu pendatang dari luar negeri, dari Bali kemudian terus ke sini,” ucapnya ketika ditemui helloborneo.com di Berau, Rabu. (bp/tan)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.