Perempuan ‘Pembunuhan dalam Koper’ Bali Kembali Ditangkap di Amerika Serikat

Tun MZ

Heather Mack (tengah) digiring oleh petugas imigrasi menuju kantor imigrasi di Jimbaran, Bali, sesaat setelah dibebaskan dari penjara pada 29 Oktober 2021. (Foto: AFP/Sonny Tumbelaka)
Heather Mack (tengah) digiring oleh petugas imigrasi menuju kantor imigrasi di Jimbaran, Bali, sesaat setelah dibebaskan dari penjara pada 29 Oktober 2021. (Foto: AFP/Sonny Tumbelaka)

Chicago, helloborneo.com – Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS) mengatakan perempuan asal Chicago yang menghabiskan tujuh tahun penjara di Bali karena membantu membunuh ibunya ditangkap Rabu (3/11) setelah dia kembali dari Indonesia.

Heather Mack, 26 tahun, ditahan ketika tiba di Bandara O’Hare Chicago setelah dibebaskan lebih awal karena berperilaku baik. AFP melaporkan Kamis (4/11), ia dijatuhi hukuman 10 tahun akibat aksi pembunuhan pada 2014. 

Dia dihukum pada 2015 karena membantu kekasihnya untuk membunuh ibunya saat mereka sedang berlibur di Bali. Jasad ibunya dimasukkan dalam koper yang mereka sengaja tinggalkan di taksi. 

Departemen Kehakiman mengatakan setelah dideportasi dari Indonesia, Mack didakwa atas kejahatan yang sama di pengadilan AS. Ia dikenakan tuduhan konspirasi untuk membunuh di mancanegara, dan konspirasi untuk melakukan pembunuhan terhadap warga negara AS.

Mack adalah seorang remaja yang sedang hamil ketika dia, pacarnya dan seorang sepupunya di AS diduga bersekongkol untuk membunuh ibunya, sang sosialita asal Chicago bernama Sheila von Wiese Mack saat berlibur di Bali. 

Pacarnya, Tommy Schaefer, memukuli von Wiese Mack yang saaat berusia 62 tahun hingga tewas dengan sebuah mangkuk buah saat adu mulut di hotel bintang lima St. Regis. 

Menurut wawancara yang dia berikan, Mack sering kali bertengkar dengan ibunya dan keduanya berada di pengadilan untuk memperebutkan warisan sebesar $1,6 juta. 

Schaefer mengaku melakukan pembunuhan saat persidangannya, tetapi ia berkilah melakukannya untuk membela diri lantaran sang ibu tidak senang ia hamil.

Selama serangan itu, Mack bersembunyi di kamar mandi tetapi kemudian membantu Schaefer memasukkan mayat itu ke dalam koper. 

Dia dijatuhi hukuman 10 tahun penjara oleh pengadilan, di mana dia melahirkan seorang putri. 

Schaefer, ayah dari anak tersebut, dijatuhi hukuman 18 tahun. 

Sepupu Mack, Ryan Bibbs, mengaku bersalah pada Desember 2016 di pengadilan federal di Chicago karena memberikan nasihatnya tentang cara membunuh von Weise Mack, kata Departemen Kehakiman. 

Tidak jelas apakah Mack, yang kini fasih berbahasa Indonesia dan Bali, kembali ke Amerika Serikat bersama putrinya. 

Pengacara Mack mengatakan kepada AFP bahwa wanita muda itu tidak ingin putrinya dideportasi dan “diburu oleh media (AS)”. (voa/tan)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.