Film Dokumenter Demo Hong Kong Menang Golden Horse Awards

Tun MZ

Hong Kong, helloborneo.com – Film dokumenter tentang gelombang unjuk rasa pro-demokrasi Hong Kong memenangkan penghargaan bergengsi dalam ajang Golden Horse Awards, Piala Oscar-nya industri film berbahasa Mandarin, di Taiwan pada Sabtu (27/11). 

Film berjudul “Revolution of Our Times” arahan Kiwi Chow itu dinobatkan sebagai dokumenter terbaik, disambut tepuk tangan meriah dan teriakan dukungan kepada Hong Kong dari bangku penonton pada acara penganugerahan mewah di Taipei.

Chow, yang mengirimkan video ucapan dari Hong Kong berterima kasih atas penghargaan tersebut. Ia mendedikasikan film itu kepada warga Hong Kong dan berharap filmnya dapat menjadi pelipur lara bagi mereka.

“Saya kerap menangis saat memproduksi film ini; saya menonton film ini beberapa kali sebagai pelipur lara, untuk mengutarakan amarah dan kebencian saya, untuk menghadapi rasa takut dan trauma saya,” ungkapnya secara emosional. 

Film yang diarahkan sutradara asli Hong Kong itu mengisahkan beberapa pengunjuk rasa dan mendokumentasikan bentrokan dengan polisi saat demonstrasi pada 2019. Sebelumnya, dia mengatakan kepada Reuters bahwa ia berharap film dokumenternya dapat terus menghidupkan gerakan pro-demokrasi.

Film itu ditampilkan dalam Festival Film Cannes tahun ini sebagai kejutan. 

China memberlakukan undang-undang keamanan nasional menyeluruh terhadap Hong Kong lebih dari setahun yang lalu untuk menindak apa yang dianggap Beijing sebagai upaya makar, pemisahan diri, terorisme dan kolusi dengan pasukan asing.

Sejak itu, bioskop, universitas dan galeri seni di kota dengan otonomi khusus itu membatalkan acara penayangan dan pameran karya-karya yang berkaitan dengan unjuk rasa. Para pengunjuk rasa mendapatkan dukungan dan simpati penuh dari Taiwan yang diperintah secara demokratis.

China, yang mengklaim Taiwan sebagai wilayahnya, pada 2019 memblokir partisipasi industri film negara itu dalam Golden Horse Awards, yang didirikan pada 1962 dan digelar setiap tahun di Taiwan.

Langkah Beijing tersebut menyusul kegaduhan di China pada 2018 dan di kalangan bintang asal China, setelah sutradara Taiwan Fu Yue menyatakan dukungannya terhadap kemerdekaan Taiwan, sebuah peringatan bagi Beijing. (voa/tan)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.