Proyek RDMP Kilang Pertamina Diduga Merusak 11 Rumah Warga Balikpapan

Yor MS

(Ist)

Balikpapan, helloborneo.com – Proyek Refinery Development Master Plant (RDMP) kilang PT Pertamina (Persero) diduga merusak sebelas rumah warga RT 23, Kelurahan Karang Jati, Kecamatan Balikpapan Tengah, Kota Balikpapan atau di sekitar kawasan Panorama.

Salah satu warga yang rumahnya mengalami kerusakan, Basni Asfian saat ditemui helloborneo.com di Balikpapan, Selasa menduga kerusakan yang terjadi disebabkan oleh pengerjaan proyek RDMP Kilang Pertamina.

“Kerusakan yang dialami berupa retakan pada dinding dan lantai serta drainase. Sudah hampir satu tahun belakangan mengalami retak seperti ini. Di sekitar sini ada sebelas rumah warga yang mengalami kerusakan,” jelasnya.

Dia mengakui kerusakan bervariasi, mulai ringan hingga sedang. Di rumahnya, yang bernomor 28, keretakan nyaris terjadi di seluruh ruangan.

Retakan-retakan tampak di bagian teras, ruang tamu, kamar tidur, dapur serta kamar mandi. Sementara, kerusakan drainase mengakibatkan aliran air hujan merembes ke bagian dinding rumah.

Selain kerusakan yang terjadi, Basni Asfian juga mengeluhkan suara bising yang ditimbulkan oleh pengerjaan proyek RDMP Kilang Pertamina tersebut.

“Gangguan itu berlangsung sampai tengah malam. Jadi pasti mengganggu jam istirahat warga,” ucapnya.

Warga setempat dengan RDMP beberapa kali telah menggelar pertemuan menyangkut permasalahan tersebut menurut dia, namun sampai dengan saat ini belum ada tindak lanjut yang jelas.

Lantaran polemik tersebut, warga terdampak menuntut ganti untung lanjut ia,. warga juga telah meminta RDMP agar segera menaksir nilai ganti untung itu.

“Rumah warga itu kerusakannya berbeda-beda. Jadi nominalnya beda, nanti kami serahkan ke RDMP saja untuk menilai,” ujar Basni Asfian.

Asih, warga lain yang tinggal di rumah Nomor 29 menyesalkan sikap RDMP yang terkesan abai atas keluhan warga, beberapa bagian rumahnya mengalami retak tidak jauh berbeda dengan yang dialami Basni Asfian.

Namun yang membuat Asih sangat tidak nyaman, kerusakan drainase mengakibatkan sedimentasi serta menimbulkan bau tidak sedap.

“Yang paling parah di dapur dan kamar mandi air menggenang. Kami sudah laporankan ke pihak RDMP, tapi sampai kini belum ada tindak lanjut,” ungkapnya. (bp/hb)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.