Nita Rahayu

Berau, helloborneo.com – Sebanyak 60 cabor (cabang olahraga) dipertandingkan pada ajang Pekan Olahraga Provinsi atau Porprov Kalimantan Timur ke-VII yang bakal digelar tahun depan (2022) di Kabupaten Berau.
“Ditetapkan 60 cabor yang dipastikan akan dipertandingkan Porprov, dari 63 cabor yang ada dinaungan KONI Kabupaten Berau,” ujar Ketua KONI Kaltim, Zuhdi Yahya ketia ditemui helloborneo.com di Berau, Kamis.
Saat ini persiapan yang perlu dilakukan lanjut ia, adalah mempersiapkan diri terutama cabor yang bertanding di Porprov Kaltim 2022.
“Pembinaan atlet yang terpenting. Jadi harus dilakukan pembinaan yang serius dari sekarang, jangan menunggu beberapa bulan jelang Porprov baru dilakukan latihan khusus,” ucapnya.
Atlet yang akan di usung di Porprov maupun di turnamen lainnya, harus mengutamakan atlet berpeluang mendapatkan prestasi menurut dia, tidak sedikit atlet Kabupaten Berau yang mendapatkan prestasi di berbagai ajang kejuaraan sebelum Porprov diselenggarakan.
Namun, cabor bersangkutan juga tetap harus melakukan penjaringan atlet berkualitas. Sehingga dalam persiapannya menghadapi Porprov, atlet-atlet tersebut tinggal melakukan pemantapan latihan saja.
“Ini yang diharapkan bisa dilakukan. Tapi saya yakin, semua cabor sudah memiliki atlet andalannya masing-masing. Jadi sejak sekarang persiapan-persiapan itu harus dilakukan jika ingin mendapatkan prestasi maksimal di Porprov nanti,” jelasnya.
Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten Berau Hendratno meminta, agar KONI setempat melakukan persiapan semaksimal mungkin, terutama atlet-atlet yang akan diturunkan di Porprov 2022 dengan memanfaatkan potensi yang ada sehingga event terlaksana dengan baik.
“Lakukan seleksi ketat bersama pihak terkait. Lakukan secara profesional agar mendapat atlet bermental juara,” kata dia.
Ketua KONI Kabupaten Berau, Al Hamid mengatakan raker melibatkan seluruh cabor yang berada di bawah naungan KONI setempat, ada banyak yang dibahas terutama mengenai persiapan pengurus cabor mengikuti Porprov tahun depan.
Karena Porprov hanya menyisakan waktu sekira satu tahun lagi diminta kepada semua pengurus cabor untuk menjaga atlet-atletnya.
“Terus pantau kesehatan atlet, karena waktu kita hanya setahun saja lagi. jangan sampai, menjelang penyelenggaraan ada sesuatu yang tidak diinginkan terjadi pada atlet-atlet kita,” tegasnya.
Dirinya juga menekankan, kepada masing-masing cabor dalam melaksanakan program latihan hendaknya jangan memaksakan kemampuan atlet.
“Itu juga harus diperhatikan. Buat latihan sebaik mungkin, tanpa harus memaksanakan kemampuan atlet dengan latihan diluar kemampuannya. Waktu masih ada kurang lebih satu tahun, manfaatkan waktu sebaik mungkin,” ucapnya. (bp/hb)

















