Warga Temukan Bangkai Buaya Di Sungai Lempot, Sempat dikira Batang Hanyut

Nita R

Tanjung Redep, helloborneo.com – Bangkai buaya muara sepanjang 1,75 meter dengan diameter 63 centimeter, ditemukan warga di kawasan Sungai Lempot, pada Rabu sore (19/1).

Kepala Seksi Konservasi Wilayah I Balai Konservasi Sumber Daya Alam (SKW I BKSDA) Kaltim, Dheny Mardiono menerangkan, warga yang kebetulan melintas di lokasi temuan semula mengira bangkai buaya merupakan sebuah batang besar yang hanyut.

“Kami dapat laporan dari kepala kampung memang kondisinya sudah mati,” lanjutnya.

Dheny sendiri mengaku pihaknya belum mengetahui secara persis penyebab kematian buaya tersebut. Pantauan secara kasat mata tidak ditemukan luka pada tubuh buaya tersebut. 

Dia menduga buaya temuan sebelumnya mengalami masalah pencernaan.

“Bisa saja karena itu,” tambahnya.

Dheny menguraikan, saluran pencernaan dapat terganggu jika buaya memakan bahan yang bukan makanannya. Sehingga mengakibatkan infeksi, dan berujung pada kematian.

“Itu hanya dugaan sementara ya. Karena kami belum tahu pasti penyebab kematiannya,” jelasnya.

Untuk memastikan penyebab kematian buaya tersebut, pihaknya perlu melakukan otopsi. Namun, melihat fasilitas yang saat ini belum memadai, hal tersebut tidak mungkin untuk dilakukan.

“Dikhawatirkan buaya tersebut akan membusuk, terlebih dugaan kematian lebih dari dua hari,” katanya..

SKW I BKSDA juga telah meminta kepala kampung dan masyarakat yang menemukan, untuk segera mengubur buaya tersebut.

“Kita tidak ingin terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, makanya segera dikubur,” ujar Dheny.

Buaya tersebut dipastikan berbeda dengan buaya yang ditemukan warga beberapa waktu sebelumnya. 

Untuk diketahui, sebelumnya warga Kabupaten Berau menemukan buaya berukuran lebih dari 4 meter. Peristiwa penemuan buaya di kawasan Biduk Biduk tersebut sempat viral di sosial media. 

BKSDA turut berencana mensurvei kawasan Sungai Lempot pada Februari mendatang untuk memperkirakan jumlah populasi buaya di lokasi tersebut.

“Bulan depan kami ke sana, untuk mendata berapa banyak buaya yang ada di Biduk Biduk,” tandasnya. (yor)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.