Anggaran Program Gratis Listrik Rumah Ibadah Kabupaten Penajam Menyusut

ES Yulianto

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Penajam Paser Utara, Anang Widianto (ESY)

Penajam, helloborneo.com – Anggaran program gratis listrik rumah ibadah Kabupaten Penajam Paser Utara, menyusut dari kebutuhan lebih kurang Rp2 miliar per tahun menjadi Rp1 miliar, dan pada 2021 pemerintah kabupaten hanya mampu membayarkan listrik rumah ibadah selama 10 bulan.

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Penajam Paser Utara, Anang Widianto saat ditemui helloborneo.com di Penajam, Kamis mengatakan, Program Gratis Listrik Rumah Ibadah 2022 sedang dilakukan verifikasi.

Tahun ini (2022) tidak bisa menanggung 100 persen selama 12 bulan seperti rencana awalungkapnya, keterbatasan anggaran yang tersedia turut menjadi penyebab dari kebutuhan per tahun hingga Rp2 miliar hanya bisa disisihkan Rp1 miliar.

“Yang 2022 awal bulan lambat pembuatan SK, bulan 1 dan 2 belum terbayarkan dan kemungkinan juga tidak setahun bisa dibayarkan anggarannya. Kebutuhan per tahun hingga Rp2 miliar untuk pembayaran listrik sedangkan 2022 hanya diberi Rp1 miliar,” jelasnya.

Keterpurukan anggaran Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara mengenai alokasi anggaran listrik gratis tersebut tidak hanya terjadi pada 2022. Pada 2021 pemerintah kabupaten hanya sanggup 10 bulan, sedangkan untuk pembayaran November dan Desember harus kembali dibebankan oleh pengurus rumah ibadah.

“Tunggakan 2021 diselesaikan oleh pengurus rumah ibadah masing-masing karena sudah kami sampaikan dihentikan karena tidak ada ada uangnya, silahkan dibayar sendiri oleh pengurus. Ada 400 rumah ibadah yang belum dibayarkan bulan November dan Desember 2021,” kata dia.

Program Gratis Listrik Rumah Ibadah menjadi bahan jualan pasangan calon pemimpin Kabupaten Penajam Paser Utara Abdul Gafur Mas’ud-Hamdam Pongrewa 2018.

Dalam perjalanan program, alokasi anggaran pada 2019 sampai 2020 disediakan sekitar Rp3 miliar, namun mulai berkurang pada 2021 hingga 2022 alokasi program tersebut hanya Rp1 miliar. (bp)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.