Satlantas Penajam Sebut Jalan Depan SPBU Rawan Kecelakaan

ES Yulianto

Kasatlantas Polres Penajam Paser Utara, AKP Alimuddin (ESY)

Penajam, helloborneo.com – Satuan Lalu Lintas Kepeolisian Resor atau Satlantas Polres Penajam Paser Utara menyebutkan, kondisi jalan di depan stasiun pengisin bahan bakar umum (SPBU) Kelurahan Nipah-Nipah, Kecamatan Penajam yang dianggap belum rampung dikerjakan sangat rawan kecelakaan.

Terdata oleh Satlantas Polres Penajam Paser Utara, lebih dari dua kali terjadi kasus kecelakaan lalu lintas di depan SPBU Kelurahan Nipah-Nipah tersebut.

Kasatlantas Polres Penajam Paser Utaram, AKP Alimuddin saat ditemui helloborneo.com di Penajam, Rabu mengatakan, pengendara perlu waspada ketika hendak keluar SPBU, kejadian terakhir sekitar 10 Februari 2022, satu mobil mengalami kecelakaan.

kendaraan roda empat tersebut mengantar keluarga dari Kota Balikpapan menuju Kota Banjarmasin jelas dia, namun karena kontur badan jalan yang terjal keluar dari SPBU dan sopir tidak hapal jalan membuat kecelakaan terjadi.

“Dini hari jam dua, orang dari Kota Balikpapan mau ke Kota Banjarmasin antar keluarga. Kiranya 24 jam buka ternyata tutup keluar lagi dia tidak hapal jalan lurus saja bukan ke kanan atau ke kiri karena dia tidak hapal jalan,” jelasnya.

Kondisi jalan yang dianggap tidak selesai dikerjakan tersebut disimpulkan memiliki tingkat rawan kecelakaan sangat rawan, baik pengendara masyarakat Kabupaten Penajam Paser Utara maupun masyarakat luar daerah.

“Kalau kami lihat itu memang sangat rawan baik bagi orang hapal jalan apalagi orang yang yang tidak hapal, tidak hati hati menjadi rawan,” ujarnya.

Dari catatan ungkapnya, lebih dua kali kejadian kasus kecelakaan tanpa adanya korban jiwa ataupun korban luka hanya kerusakaan kendaraan. Sebagai langkah penyelesaian Satlantas Polres Penajam Paser Utara telah mengundang pihak terkait untuk bersama mencari solusi.

“Makanya kami coba komunikasi melalui staf pengusaha SPBU, kontraktor, sama dinas terkait, karena harus ada komunikasi agar bisa diketahui siapa yang bertanggung jawab, kami harus kumpulkan mereka undang lebih resmi,” kata Alimuddin. (bp)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.