Berau Siapkan Pariwisata dan Pertanian sambut Perpindahan IKN ke Kaltim

CH Borneo

Berau, helloborneo.com – Pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) ke wilayah Kalimantan Timur (Kaltim) dianggap membawa berkah bagi daerah sekitarnya.

Tak terkecuali kabupaten paling Utara Kaltim, yaitu Kabupaten Berau. Salah satu berkah itu di antaranya menjadi daerah penyuplai logistik ke IKN nantinya.

Asisten II Sekretariat Daerah Berau, Agus Wahyudi mengatakan, lokasi IKN yang ada di Kaltim merupakan suatu peluang besar bagi Kabupaten Berau. Sebab, berada di wilayah interland untuk dapat berkontribusi langsung ke IKN Nusantara.

“Daerah-daerah interland-nya ini harus sudah siap menyiapkan logistik untuk kebutuhan IKN,” ungkapnya Minggu (19/2/2022).

Dengan perpindahan penduduk hingga investasi yang masuk, maka otomatis memerlukan logistik. Terlebih sesuai dengan visi dan misi bupati dan wakil bupati, salah satunya ingin mentransformasi ekonomi, dari yang tidak bisa diperbarui sampai kepada yang bisa diperbarui.

“Untuk yang bisa diperbarui itu ada dua, yakni potensi pariwisata dan pertanian,” sambungnya. Sektor pertanian saja, dijelaskannya dalam arti luas terdiri dalam 4 bidang. Mulai perkebunan, peternakan, perikanan, tanaman pangan.

Tentu saja sektor-sektor tersebut menurutnya mempunyai peluang yang besar, dan Berau sendiri mempunyai pangsa-pangsa pasar yang besar. Kendati demikian, pihaknya berharap Kabupaten Berau bisa berkotribusi menyuplai berbagai macam logistik, untuk keperluan IKN.

Sehingga pertumbuhan ekonomi Kabupaten Berau semakin meningkat, terutama pendapatan asli daerah (PAD) dapat maksimal. Selama ini, Kabupaten Berau memiliki potensi besar di sektor pariwisata. Bahkan, menjadi prioritas untuk terus dikembangkan.

Seperti yang sempat disampaikan Wakil Bupati Berau, Gamalis, soal potensi wisata dan langkah-langkah Pemkab Berau untuk memajukan pariwisata maupun ekonomi kreatif.

Menurutnya, bermodal keindahan alam pedalaman, pesisir dan kepulauan, serta keragaman budaya yang ada, Bumi Batiwakkal–sebutan Kabupaten Berau memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan. “Berau yang selama ini bergantung pada sektor batu bara, kini berupaya membangkitkan sektor lain,” ungkap Gamalis.

Bahkan belum lama ini, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno dijadwalkan berkunjung ke Pulau Maratua pada Maret nanti. Dalam hal ini, Bupati Berau, Sri Juniarsih berharap kunjungan itu nanti bisa memberikan kesan positif. Karena diharapkan kunjungan ini bisa menjadi batu loncatan bagi Berau dalam meningkatkan sektor pariwisata.

Sehingga dapat dikenal dan dikembangkan lebih optimal lagi. Termasuk menggaet anggaran dari kementerian dalam pengembangan sektor potensial ini.

“Semoga kunjungan ini bisa memberikan gambaran terhadap potensi wisata yang kita miliki. Dan kementerian bisa memberikan dukungan penuh kepada kita dalam membangun sektor wisata ini,” ungkap Sri Juniarsih. (log)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.