Tak Seperti Tahun Lalu, Tahun Ini 1.000 Janda Tak Dapat Bantuan Pemkab PPU

ES Yulianto

Penajam, helloborneo.com – Pada 2021 Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara memberikan bantuan kepada 20 janda yang masuk dalam program wanita rawan sosial. Namun hal tersebut tahun ini tak dialokasikan oleh Pemerintah Daerah stempat.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Penajam Paser Utara, Baginda Ali mengatakan pihaknya telah mengusulkan, namun pemerintah daerah tidak mengalokasikan anggaran untuk keperluan tersebut.

“2022 ini tidak dialokasikan. Kita usulkan tapi tidak ada,” kata Baginda Ali, Selasa (07/03/22).

Namun peluang untuk program tersebut masih bisa disiasati. Baginda berharap bisa diakomodir di Dana Insentif Daerah Perubahan.

“Ada Dana Insentif Daerah (DID) Perubahan itu dia bisa masuk atau tidak,” ujarnya.

Diterangkan oleh Baginda Ali tahun 2021 lalu pemerintah kabupaten mengakomodir 20 janda yang berhak menerima bantuan wanita rawan sosial. Anggaran tersebut murni dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2021.

Tak hanya pemerintah kabupaten, tahun 2021 pun pemerintah provinsi Kalimantan Timur turut memberikan kepada 20 janda di Penajam Paser Utara untuk 20 janda.

“Murni menggunakan APBD. Sudah berjalan dari tahun kemarin 2021, dari provinsi 20 orang, dan kabupaten 20 orang tahun lalu,” terangnya.

Bagi calon penerima setidaknya harus memenuhi syarat yakni selain janda juga memiliki usaha dan dinyata tidak mampu. Data terakhir tahun 2021 lalu setidaknya ada 1.000 janda yang mendaftar.

“Kalau kita jaring dari Desa ke Kellurahan itu 1000 orang lebih yang sudah mendaftar tapi ya hanya 20 orang saja yang dapat tahun 2021. Tahun ini kita usulankan sekitar 1000an juga,” pungkasnya. (log)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.