Akses Menuju IKN Tak Kunjung Mulus, Lubang Jalan Jadi Pemandangan Lumrah

Roy MS

Balikpapan, helloborneo.com – Jalan Sultan Hasanuddin Kelurahan Kariangau, Balikpapan Barat merupakan satu di antara akses menuju Ibu Kota Nusantara (IKN). Namun sampai kini, sebagian badan jalan di kawasan itu tak cukup mulis alias rusak cukup parah.

Lubang-lubang yang menganga di berbagai titik jalan, sangat membahayakan pengguna jalan khususnya pengendara roda dua. Tak kurang dari 10 lubang yang bisa ditemui hingga menuju area Pelabuhan Penyeberangan Feri Kariangau.

Warga setempat mengakui, sudah sering pengendara motor mengalami kecelakaan ketika melintas di ruas jalan tersebut. Tak tecuali pula kendaraan muatan harus mengalami kerusakan seperti patah as roda lantaran tak mampu menghindari lubang jalan.

Salah satunya diungkap oleh warga RT 16 Kelurahan Kariangau, M Nur. Bahkan menurut Nur, kondisi semakin rawan kecelakaan saat hujan dan malam hari.

“Kebanyakan kejadian saat malam, sering pengendara terjatuh. Apalagi kalau hujan dan airnya menggenangi lubang jalan. Lubang besar yang tergenang menyebabkan pengendara hilang keseimbangan sampai terjatuh,” kisahnya.

Kelurahan Kariangau merupakan kawasan industri di Balikpapan Barat. Dengan demikian, mobilitas di jalan utama terbilang tinggi.

Jalan Sultan Hasanuddin merupakan jalan poron yang menghubung dengan wilayah Kalimantan Selatan. Setiap harinya bisa ribuan kendaraan yang melintas di ruas jalan tersebut.

Ketua RT 14 Kelurahan Kariangau, Apriyanto mengaku sering mendapat keluhan dari warga terkait masalah jalan ini. Dia menginginkan, instansi pemerintah terkait segera turun tangan melakukan perbaikan.

“Inikan jalan provinsi, jalan lintas Kaltim-Kalsel, apalagi ini gerbang menuju IKN seharusnya instansi terkait segera mengambil langkah. Masa menunggu ada korban jiwa baru bergerak atau tunggu Presiden lewat sini baru mau diperbaiki,” ucapnya kesal.

Perbaikan secara swadaya menurutnya sudah kerap dilakukan warga dan perusahaan di wilayah tersebut. Namun, inisiatif ini tidak sepenuhnya efektif.

“Beberapa kali sudah dilakukan baik warga maupun perusahaan, tapi namanya cuma dengan bahan seaanya ya paling bertahan satu dua hari. Tolonglah diprioritaskan, masa kawasan industri jalannya kaya jalan kampung,” tukasnya. (yor)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses