ES Yulianto

Penajam, helloborneo.com – Warga Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara yang wilayahnya ditetapkan sebagai lokasi ibu kota negara Indonesia baru bernama Nusatara di Provinsi Kalimantan Timur, merasa khawatir tidak dilibatkan dan akan tersingkir.
Salah seorang warga Haerani saat ditemui helloborneo.com di Penajam, Senin, turut merasa senang akan kehadiran gubernur seluruh Indonesia di Kecamatan Sepaku, Kehadiran para gubernur tersebut membuat ia semakin yakin akan pembangunan Ibu Kota Nusantara.
“Tanggapannya senang, pembangunan IKN ini benar-benar serius apalagi dengan kedatangan 34 gubernur seluruh indonesia ke Sepaku,” ujarnya.
Pemuda asal Kecamatan Sepaku, Asep Marianto mengatakan kekhawatiran akan semakin terealisasinya perpindahan Ibu Kota Nusantara, sebab kehadiran 34 gubernur dan Presiden Joko Widodo tidak melibatkan masyarakat.
“Kekhawatiran pemuda terkait kurang dilibatkanya masyarakat dan pemerintah desa seperti pemasangan plang tidak dilibatkan apalagi nanti secara luas dan besar khususnya pembangunan,” ucapnya.
Ia berharap dalam pembangunan Ibu Kota Nusantara, masyarakat Kecamatan Sepaku bisa dijadikan mitra pembangunan tidak saja hanya menjadi buruh.
“Kalau cuma dilibatkan sebagai pekerja, kurang etis, harusnya dilibatkan dari segi ekonomi, bukan hanya buruh. Harusnya dilibatkan sebagai penyedia,” kata dia.
“Jangan sampai seperti di Jakarta, kita punya tanah di sini malah kita tergusur dengan adanya IKN, itu yang ditakutkan. Berharap dijadikan mitra dalam segala hal ke depannya, bukan hanya buruh,” jelas Asep Marianto. (bp)

















