Brent Renaud, Jurnalis Handal AS Tewas di Ukraina

Tun MZ

Brent Renaud menghadiri pagelaran penghargaan Peabody di Cipriani Wall Street di New York, pada 31 Mei 2015. Renaud, jurnalis asal AS, terbunuh saat menjalankan tugasnya di pinggiran kota Kyiv, Ukraina, pada 13 Maret 2022. (Foto: Invision/AP/Charles Sykes)
Brent Renaud menghadiri pagelaran penghargaan Peabody di Cipriani Wall Street di New York, pada 31 Mei 2015. Renaud, jurnalis asal AS, terbunuh saat menjalankan tugasnya di pinggiran kota Kyiv, Ukraina, pada 13 Maret 2022. (Foto: Invision/AP/Charles Sykes)

Kyiv, helloborneo.com – Jurnalis Amerika Serikat (AS) Brent Renaud tewas di Ukraina pada Minggu (13/3), sementara koleganya terluka ketika mobil mereka ditembaki di dekat sebuah pos perbatasan.

Kementerian Dalam Negeri Ukraina mengatakan Renaud tewas di Irpin, area dekat Kyiv yang mendapat serangan intens dari Rusia dalam beberapa hari belakangan.

Pembuat film berusia 50 tahun asal Little Rock, Arkansas, itu sedang berada di Ukraina untuk membuat dokumenter mengenai pengungsi, kata laporan Associated Press.

Renaud sedang berada dalam sebuah kendaraan dengan fotografer AS keturunan Kolombia Juan Arredondo ketika mereka ditembaki.

Arredondo, yang terluka dalam serangan itu, menggambarkan serangan itu dalam sebuah video yang diambil di sebuah rumah sakit di Kyiv oleh jurnalis Italia Annalisa Camilli.

“Kami menyeberangi jembatan di Irpin, kami sedang akan mengambil gambar para pengungsi lainnya yang pergi,” kata Arredondo dalam video yang tersebar secara daring. “Kami melewati pos pemeriksaan dan mereka mulai menembaki kami.”

Arredondo mengatakan Renaud terkena tembakan di bagian leher.

Kedua wartawan itu pernah menjadi fellow Yayasan Nieman di Universitas Harvard pada 2018-2019.

Polisi regional Kyiv mengeluarkan pernyataan mengatakan pasukan Rusia telah menembaki para jurnalis.

Departemen Luar Negeri AS, PBB dan para mantan kolega memberi penghormatan kepada Renaud pada Minggu (13/3).

Juru bicara Departemen Luar Negeri AS Ned Price menggambarkan serangan itu sebagai “sebuah contoh keji aksi-aksi Kremlin yang tak pandang bulu.”

“Kami sangat marah karena jurnalis dan pembuat film — bukan pihak militer — tewas dan terluka di Ukraina oleh pasukan Kremlin,” cuit Price di Twitter. “Kami mengucapkan duka cita kepada semua yang terdampak dalam kekerasan yang mengerikan ini.”

Direktur Jenderal UNESCO Audrey Azoulay mengecam pembunuhan itu dan menegaskan bahwa media jangan dijadikan sasaran dalam perang yang tengah berkecamuk.

“Jurnalis punya peran penting untuk menyediakan informasi dalam sebuah konflik, dan jangan pernah ditarget,” kata Azoulay dalam pernyataan. “Saya menyerukan dihormatinya standar-standar kemanusiaan internasional, untuk memastikan agar jurnalis dan pekerja media dilindungi.”

Komite Perlindungan Jurnalis (CPJ) yang berbasis di New York mengatakan serangan terhadap Renaud dan Arredondo adalah “pelanggaran hukum internasional.”

“Pasukan Rusia di Ukraina harus menyetop semua kekerasan terhadap jurnalis dan warga sipil segera, dan siapapun yang membunuh Renaud harus bertanggung jawab,” kata direktur program senior CPJ, Carlos Martinez de la Serna, dalam pernyataannya.

Renaud pernah berkontribusi untuk beberapa media termasuk HBO, The New York TimesVICE dan PBS.

Dalam pernyataan pada Minggu (13/3), majalah TIME mengatakan Renaud sedang berada di kawasan itu untuk mengerjakan proyek TIME Studios mengenai pengungsi. (voa/log)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.