Pemerintah Desa Samurangau Paser Benarkan Ada Aktivitas Tambang Emas

TB Sihombing

Aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Desa Samurangau, Kecamatan Batu Sopang, Kabupaten Paser (Ist)

Paser, helloborneo.com – Pemerintah Desa Samurangau, Kecamatan Batu Sopang, Kabupaten Paser membenarkan adanya aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang terjadi di daerah itu.

“Aktivitas tambang emas sudah terjadi sejak pertengahan Desember 2021, awalnya kami tidak mengetahuinya tanpa tanpa diinformasikan Bhabinkamtibmas,” kata Sekretaris Desa Samurangau, Muhammad Zainudin ketika dihubugi helloborneo.com di Paser, Senin.

Setelah aparat Pemerintah Desa Samurangau mendatangi lokasi untuk peninjauan, baru mengetahui penambangan emas dilakukan secara massal lanjut ia, jumlah pekerja yang ada saat itu diperkirakan mencapai 50 orang.

“Awalnya kami tidak tahu, jadi cek kesana. Kami lihat di sana kurang lebih ada 50 karyawannya. Itu orang Desa Legai yang punya mesin, yang punya lahan orang Desa Samurangau,” ucapnya

Pekerja diketahui merupakan warga asal Provinsi Kalimantan Selatan atau Kalsel jelas dia, kelompok penambag tersebut sempat meminta izin kepada kepala desa, tetapi tidak diizinkan karena memang diketahui tidak berizin (illegal).

“Memang ada minta izin ke kepala desa, cuma pak Kades tidak berani kasih izin karena memang illegal,” tambahnya.

Penambangan emas di lokasi tersebut sudah sempat dilakukan, bahkan sebelum pihak pemerintah desa mengetahui adanya aktivitas, namun pemerintah desa tidak memiliki kewenangan untuk melakukan penindakan langsung.

Kepolisian merencanakan pemanggilan terhadap pemilik lahan dan sudah mengantongi nama pemilik lahan, sejumlah barang bukti telah berhasil diamankan, serta lokasi tambang dipasangi garis polisi untuk mengumpulkan bukti bukti lainnya.

Terungkapnya aktivitas tambang emas berdasarkan laporan dari PT Kideco Jaya Agung, tiga pekan sebelum penindakan, dilaporkan karena masuk dalam lahan konsesi pertambangan dan penindakan dilakukan pada Kamis (17/3).

Lokasi tambang emas tepat berada di pinggiran daerah aliran Sungai Kandilo dan akses menuju lokasi hanya 200 meter dari jalur hauling, jika melewati perkebunan kelapa sawit hanya 100 meter berjarak 1,5 kilometer dari Kantor Kepala Desa Samurangau.

Sejumlah barang bukti yang ditemukan, di antaranya di lokasi pertama yakni lima buah jeringen kapasitas 20 liter, satu unit kompresor, satu unit tong air, empat lembar terpal, lima lembat karpet, satu batang pipa.

Di lokasi kedua ditemukan satu unit mesin diesel jenis dongpeng, mesin penyedot serta alat penunjang lainnya, sejumlah barang bukti tersebut telah diamankan di Mapolres Paser dan akan dilakukan penyelidikan lebih lanjut. (bp)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.